IST

Pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kutai Kartanegara (Kukar) bakal dilengkapi kereta api (KA) listrik dengan kemampuan gerak mencapai 160 kilometer per jam. Rencana ini adalah kereta api ekspres jenis electric multiple unit (EMU).

 

PENAJAM–Kabar baiknya adalah para mahasiswa Kaltim yang kuliah perkeretaapian pada tiga universitas terbaik di Rusia. Yaitu, Moscow State University, St Petersburg Railroad University, dan Rostov State Transport University. Mereka berpotensi bisa bekerja pada transportasi yang dibangun ini. Ada 150 anak Kaltim yang dikirim untuk studi ke Negeri Beruang Putih itu dalam tiga angkatan, yang masing-masing angkatan terdiri dari 50 orang.

Angkatan pertama untuk masa akademik September 2014 hingga September 2022. Angkatan kedua Juli 2015 hingga September 2021, dan angkatan ketiga Juli 2016 sampai September 2022. Mereka ini dikirim ke Rusia dalam rangkaian kerja sama antara PT Kereta Api Borneo–anak perusahaan PT Russian Railways, badan usaha milik negara Rusia dengan Pemprov Kaltim.

Setelah lulus, anak-anak Kaltim ini segera ditempatkan pada proyek perkeretaapian yang dibangun PT Kereta Api Borneo. Namun, investasi yang diperkirakan mencapai Rp 53,3 triliun itu, batal.

KA EKSPRES: Ady Irawan, narasumber Badan Pengembangan dan Penelitian Kementerian Perhubungan, memaparkan kelengkapan moda transportasi di IKN. Di antaranya, kereta api ekspres EMU.

 

Kasi Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Yuki Subekti menyatakan optimistis terwujudnya kereta api di IKN. Apabila terwujud sekaligus menjawab persoalan investasi perkeretaapian dengan Rusia, yang di dalamnya nasib 150 mahasiswa Kaltim yang dikuliahkan bidang perkeretaapian di negeri Vladimir Putin itu.

“Kereta api ini kuncinya di IKN,” kata Yuki Subekti kepada wartawan. Rencana pembangunan kereta api di IKN itu sebelumnya disampaikan narasumber dari Badan Pengembangan dan Penelitian Kementerian Perhubungan Ady Irawan pada Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Sinergi Transportasi Daerah Penyangga IKN diikuti kepala Dinas Perhubungan (kadishub) se-Kaltim, di Hotel Blue Sky Balikpapan, baru-baru ini.

Ady Irawan, mantan kadishub PPU itu membeberkan, kereta api ini memiliki keterkaitan sistem hubungan dengan tiga kota IKN-Samarinda-Balikpapan, keterhubungan IKN dengan wilayah sekitar Kukar, Kutai Barat (Kubar), dan PPU. Di Indonesia, kereta api EMU ini sudah ada dan melayari rute Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek), dan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

Tidak hanya kereta api penumpang, Ady Irawan menerangkan, kementeriannya membangun kereta api barang menggunakan lokomotif konvensional dengan angkutan gerbong tertutup karena komoditas dari wilayah industri biasanya adalah barang jadi dan memiliki kemasan.

Rencana ini sejalan dengan keinginan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), yang mendesak pemerintah agar melengkapi pembangunan IKN dengan kereta api.

Ketua Bidang Advokasi Kemasyarakatan MTI Djoko Setijowarno di Jakarta mengatakan, Balikpapan ke IKN tidak didukung jalan darat yang memadai. Sehingga, pilihan utama adalah perlunya dibangun jaringan kereta api. (ari/kri/k8)