BALIKPAPAN – Masifnya perubahan perilaku masyarakat dari konvensional menuju online pada masa pandemi corona mendorong pertumbuhan mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Gojek. Saat ini angkanya sudah menyentuh 1 juta merchant. Tersebar tidak hanya di Indonesia tapi juga Vietnam dan Singapura.

Head of Regional Corporate Affairs Gojek Indonesia Timur Guntur Arbiansyah mengungkapkan, sebelum pagebluk, baru ada 500 ribu merchant. Itu berarti ada peningkatan 100 persen UMKM yang bergabung ke ekosistem Gojek. Dengan jumlah driver kini mencapai 2 juta orang.

Dalam dua tahun terakhir, pihaknya juga sudah banyak melakukan inovasi untuk menjawab tantangan perubahan perilaku masyarakat. Selain menerapkan protokol kesehatan ketat, pengecekan kesehatan secara berkala kepada para driver, terobosan lain telah dilakukan. Gojek juga menjadi platform pesanan makanan pertama yang menerapkan quick message dalam chat antara driver dan customer.

Guna menjaga kehigenisan makanan konsumen pun diluncurkan tas khusus yang digunakan driver. Tidak hanya aman tapi juga agar tetap fresh. “Gojek telah menggelontorkan dana Rp 260 miliar dalam bentuk sosial kepada seluruh mitra. Para mitra yang terkena Covid-19 pun diberi bantuan secara bertahap,” tutur Guntur saat temu media di Balikpapan, Senin (11/10).

Walau tidak menyebutkan secara pasti jumlah driver yang telah tervaksinasi, Guntur mengatakan 50 driver telah mendapatkan vaksinasi. Kegiatan vaksinasi tersebut berkat kerja sama dengan stakeholder maupun pemerintah setempat. Dirinya menargetkan seluruh mitra Gojek bisa mendapatkan vaksin demi keamanan dan kenyaman pengguna.

Bekerja sama dengan pemerintah daerah meluncurkan campaign yang mengajak mitra UMKM Bangkit Bersama Gojek. Kini, para UMKM yang ingin menjadi mitra sangat dipermudah. Cukup dengan men-download aplikasi GoBiz yang diluncurkan Maret 2020, lalu mengisi form pendaftaran. Guntur juga mengatakan seluruh mitra yang bergabung di Gojek telah diverifikasi.

Kian maraknya kompetitor menurut Guntur bukanlah sebuah masalah. Selain loyalitas para mitra, Gojek terus meng-update berbagai perkembangan. Melalui inovasi maupun promosi tiada henti.

“Kehadiran para kompetitor justru menjadi penyemangat bagi kami agar terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik. Tidak bisa membandingkan, karena masing-masing punya kelebihan. Namun, bila dilihat dari research Gojek referensi utama dari pengguna terutama soal speed, lebih mudah digunakan dan ada kepuasan tersendiri,” ungkapnya.

Di tahun ini, mengusung tema Bangkit Bersama, Gojek memberikan kesempatan bagi para entrepreneur muda untuk bisa bergabung, serta mendapatkan pelatihan go digital yang membantu dalam memasarkan produknya ke berbagai platform. Tidak berhenti di situ, melalui Anak Bangsa Bisa Foundation, Gojek telah menyalurkan bantuan-bantuan sosial masyarakat dan pendidikan.

“Gojek kini juga bekerja sama dengan para pedagang di pasar tradisional, di mana konsumen bisa membayar menggunakan QRIS dan mendapatkan cashback hingga Rp 15 ribu,” ungkap Guntur.

Di tahun 2021, Gojek kembali menggelar Kreasi Pewarta Anak Bangsa (KPAB). KPAB merupakan ajang penghargaan bagi jurnalis yang menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat serta membangun ekonomi digital di Indonesia.

Ajang ini memasuki tahun kedua. Dengan tema “Layanan Platform Digital, Andalan Bangkit Bersama Hadapi Pandemi”. Digelar mulai 27 September hingga 30 Oktober 2021. Berkolaborasi dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). “Program KPAB 2021 ini juga bagian dari perayaan 11 tahun Gojek yang menandakan perjalanan untuk terus tumbuh bersama dan membuat perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Dalam bincang sore tersebut Guntur turut didampingi Manager Regional Corporate Affairs Gojek Indonesia Timur Kurniawan Iskandar dan Regional Operation Manager Gojek Indonesia Timur Denny Setiawan. (lil/ndu/k15)