BALIKPAPAN - Sesuai anjuran pusat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan telah diperbolehkan kembali dilakukan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Kegiatan PTM rencananya mulai dilaksanakan hari ini. Namun demikian, rencana ini belum berdampak signifikan terhadap penjualan perlengkapan sekolah.

Berbeda dengan sebelum pandemi, di mana saat tahun ajaran baru ataupun ketika anak akan sekolah baik di mal ataupun toko ramai dikunjungi. Jumi Wiyarti, Store Manager Hypermart di Plaza Balikpapan menuturkan, saat ini kunjungannya tidak terlalu tinggi. Padahal sedang ada promo untuk item-item tertentu seperti crayon. Ada diskon up to 40 persen.

Promo ini untuk membantu masyarakat yang ingin menyiapkan kebutuhan anak-anak mereka. Juga menyiapkan rak stationery yang menampilkan beragam pulpen, buku hingga sepatu. “Barang kami telah ready, stoknya masih aman. Untuk promo back to school ada untuk item-item tertentu. Kami telah menyiapkan promo setiap harinya dan ada juga promosi katalog dua mingguan,” tuturnya, Sabtu (9/10).

Selama dua tahun terakhir, penjualan terkait perlengkapan sekolah memang belum menujukan tren kenaikan. Mengingat situasi pagebluk belum berakhir. Terlebih bila melihat tingkat kunjungan yang datang ke mal pun masih terbatas. Belum banyak keluarga bersama anak yang datang untuk berkunjung.

Meski demikian, sejak akhir September dan awal Oktober diakui kunjungan mulai bertambah. Pertambahan jumlah kunjungan tersebut tak lepas dengan dibukanya Tol Balikpapan-Samarinda, serta turunnya status pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM, dari level 4 yang kini menjadi level 2.

Tingkat kunjungan pada Sabtu dan Minggu mencapai 500 orang per hari. Adapun saat weekdays atau hari biasa, Senin hingga Jumat hanya mencapai 300 orang per hari. Batas maksimal orang yang memasuki area Hypermart pun hanya 500 orang. Dia bersyukur sudah ada peningkatan dibandingkan awal 2020 hingga Agustus 2021 lalu.

“Awal dan akhir bulan biasanya orang-orang mulai banyak datang berkunjung. Dan masuk pekan kedua biasanya traffic-nya mengalami penurunan. Saya lihat juga orang Balikpapan yang datang ke mal pada siang dan sore hari. Alhamdulillah ada peningkatan customer di akhir September dan awal Oktober 2021” ujar Jumi.

Untuk perlengkapan mulai pensil, pulpen, spidol dan penghapus mulai harga Rp 9 ribu. Harga buku Sidu isi 50 lembar untuk 10 pcs mulai Rp 30 ribu. Sepatu anak Ando mulai Rp 99.900 dan merk Zandilac Rp 359.955. Guna menghibur pengunjung anak-anak pun diberikan balon secara gratis.

Selain itu, dia memastikan aman saat berbelanja di store karena seluruh karyawan telah mendapatkan vaksinasi, sehingga pengunjung tidak perlu lagi khawatir kala berkunjung bersama keluarga. Sebelum masuk ke dalam Hypermart juga telah terdapat alat ukur suhu badan dan penyemprotan hand sanitizer oleh petugas.

Sedangkan di toko lain, seperti Danau Indah, Balikpapan Barat yang menjual seragam dan aksesori kebutuhan sekolah tampak lebih ramai kunjungan. Seorang ibu, Jubaedah membawa kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah.

Dirinya membelikan sepotong seragam atasan dan bawahan. Untuk seragam putih lengan panjang dia harus membayar Rp 70 ribu dan rok panjang Rp 100 ribu. Kaus kaki Rp 10 ribu, dasi Rp 15 ribu, dan masker Rp 7 ribu per pcs. Harga tersebut juga kurang lebih sama dengan toko-toko di Plaza Kebun Sayur.

“Pihak sekolah memang tidak memaksa orangtua membeli baju dari sekolah, kabar PTM ini baru tahu lewat pesan yang masuk melalui chat. Kalau persiapan buku tulis dan lain-lain sudah ada, karena anak-anak meski daring kan juga perlu menulis dan mencatat, jadi memang keperluannya tinggal beli seragam saja,” ucapnya. (lil/ndu/k15)