LAS VEGAS – Di ronde sebelas itu, langkah dan tubuh Deontay Wilder sudah terhuyung-huyung. Sesekali, petinju 35 tahun itu berusaha memeluk Tyson Fury agar tetap bisa berdiri. Namun, dia sama sekali belum mau menyerah.

Di tengah usaha bertahan, pukulan uppercut kanan Fury mendarat telak ke arah dagu Wilder. Sesaat kemudian, Fury menambahinya dengan hook kanan superkeras. Gara-gara pukulan itulah, Wilder seketika jatuh nyungsep di atas kanvas ring.

Wasit Russell Mora langsung melambaikan tangan tanda pertarungan telah berakhir. Fury dinyatakan menang KO saat ronde sebelas baru berjalan 1 menit 10 detik. Petinju Inggris itu pun mempertahankan sabuk juara dunia kelas berat versi WBC miliknya di T-Mobile Arena, Las Vegas.

”Aku tidak seberapa melihat momen KO itu. Tapi, aku merasakannya. Aku memberinya hook kanan kuat ke arah pelipis. Pukulan seperti itu bisa mengakhiri karier. Aku harap dia baik-baik saja meski mendapat banyak hukuman malam ini,” ucap Fury dilansir ESPN.

Wilder menolak saat Fury ingin menghampirinya seusai laga. Petinju berjuluk Bronze Bomber tersebut langsung meninggalkan arena pertarungan. Dia hanya sempat berbicara singkat kepada media sebelum menuju rumah sakit Las Vegas untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.

”Aku sudah berusaha yang terbaik. Tapi, hasilnya memang tidak bagus,” kata Wilder dilansir AFP. ”Dia memancingku dengan terus bersandar ke tubuhku. Dan, itu berhasil,” tambahnya. Meski demikian, janji Wilder datang ke laga ini dengan lebih kuat telah dibuktikannya. Sejak awal duel, dia langsung agresif. Di ronde keempat, petinju kelahiran Alabama itu membuat Fury jatuh dua kali melalui senjata andalannya. Yaitu, pukulan straight kanan keras.

Sayangnya, upaya tersebut belum mampu menghabisi Fury. Inisiatif langsung menyerang sejak ronde pertama malah membuat Wilder kehilangan banyak stamina saat memasuki paro kedua pertarungan. ”Tidak bisa dimungkiri, ini duel trilogi terbaik dalam sejarah. Dia sempat membuatku terkejut. Tapi, itulah tinju. Ini bukan tentang seberapa banyak kamu jatuh, melainkan tentang seberapa kuat kamu bertahan dan terus bangkit untuk maju ke depan,” tutur Fury.

Hasil itu membuat petinju berjuluk Gypsy King tersebut melanjutkan rekor tak terkalahkannya dalam 32 kali tarung. Dia menang 31 kali. Sebanyak 22 laga di antaranya dia menangi dengan KO. Satu laga lain berakhir draw. Tepatnya dalam pertemuan pertamanya kontra Wilder pada 1 Desember 2018.

PATAH TANGAN DAN JARI

Deontay Wilder dirawat di rumah sakit usai kalah KO dari Tyson Fury, Minggu (10/10). Wilder mengalami patah tangan dan jari usai dikalahkan Fury untuk kali kedua. Pelatih Wilder, Malik Scott, mengatakan petinju asal Amerika Serikat itu memiliki luka yang cukup serius meski dalam kondisi stabil.Wilder dalam kondisi baik. Dia ada di kamar, saya membawa dia ke ruang rawat. Dia melihat dokter usai pertarungan, kondisinya baik-baik saja. Bibirnya pecah, tangannya patah, jari atau knuckle patah. Tapi hidup terus berjalan," kata Scott kepada ESNews dikutip dari Daily Metro.

Scott kemudian menambahkan, dia ingin Wilder menjalani istirahat panjang dan lepas dari apapun yang berhubungan dengan tinju setelah ini. ‘’Aku benar-benar tidak ingin Deontay membicarakan tinju lagi atau melakukan hal-hal yang ada hubungannya dengan tinju untuk waktu yang lama,’’ terangnya. ‘’Aku ingin dia beristirahat dengan tenang, terutama setelah ini,’’ katanya. 

‘’Menghadapi pertarungan ini, dia berlatih sangat-sangat keras. Sampai melampaui batas. Dia tidak pernah benar-benar beristirahat. Dan sekarang dia berhak untuk beristirahat,’’ tandasnya. Duel edisi ketiga antara Wilder kontra Fury tersebut dilabeli sebagai yang terbaik di eranya. 

Dalam pertarungan yang berakhir di ronde ke-11 itu, terjadi lima kali momen petinju terjatuh. Pertama, Wilder jatuh pada ronde ke-3. Kemudian Fury jatuh dua kali pada ronde ke-4. Dua lainnya terjadi ketika Wilder terjatuh untuk kali kedua pada ronde ke-10. Yang terakhir, terjadi di ronde ke-11 saat Wilder tak mampu bangun lagi dan dinyatakan KO. Tidak diketahui secara pasti penyebab patahnya tangan dan jari Wilder.  (irr/c14/bas)