BANJIR besar di Kecamatan Long Kali, Paser, sejak Sabtu (2/10) kini mulai surut. Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser, kondisi  terkini untuk Kelurahan Long Kali, pantauan sampai sore pukul 16.00 Wita, Sabtu (9/10), terjadi penurunan debit air mencapai  kurang lebih 1,5 meter.

“Masyarakat di sekitar Kelurahan Long Kali  sudah mulai membersihkan rumahnya dari lumpur,” kata Kepala BPBD Paser Salman kepada Kaltim Post, Minggu (10/10).

Namun, kata Salman yang hari pertama dilantik jadi kepala BPBD Paser langsung menangani banjir itu, penurunan air ini belum membuat warga yang tinggal di kawasan hilir, seperti di  Desa Sebakung Taka.  Sebakung Makmur, Sebakung Kampung, (Long Kali), Muara Adang II dan Desa Adang Jaya, Kecamatan Long Ikis.

“Desa-desa ini mengalami peningkatan debit air yang sangat signifikan dengan kedalaman variatif 1-2 meter. Akses menuju desa-desa tersebut sudah lumpuh, jalanan tergenang air. Tim BPBD Paser bergeser menuju Desa Adang Jaya, Kecamatan Long Ikis untuk melakukan antisipasi di sana,” katanya.

Dikatakannya, kegiatan tim gabungan di lapangan sampai kini fokus pendistribusian logistik ke desa dan RT untuk perlengkapan dapur umum, memantau dan pendistribusian logistik ke Desa Sebakung Makmur. Dapur umum dari taruna siaga bencana (Tagana) Paser dan Tagana Penajam Paser Utara (PPU) untuk para pengungsi dan warga sekitar Kelurahan Long Kali. Sedangkan dari medis mengecek kesehatan masyarakat.

Berkaitan bantuan yang tak menjangkau warga korban banjir di Kepala Telake, Salman, mengatakan, pemerintah melalui BPBD Paser menyalurkan bantuan ke Desa Kepala Telake yang terdampak banjir, yang mengakibatkan akses menuju desa terputus dan 62 kepala keluarga (KK), 225 jiwa terisolasi,  bantuan telah disalurkan menggunakan helikopter.

Data Sementara yang terdampak banjir di Kecamatan Long Kali 1.321 KK dan 4.635 jiwa. Rinciannya, Desa Kepala Telake 5 KK, 12 jiwa, Muara Lambakan 97 KK, 225 jiwa, Perkuin  15 KK, 53 jiwa, Pinang Jatus belum ada laporan, Muara Toyu 283 KK, 849 jiwa, Muara Pias 71 KK, 359 jiwa, Munggu 141 KK, 527 jiwa, Bente Tualan belum ada laporan, Mendik 461 KK,  1.852 jiwa, Sebakung V 16 KK, 48 jiwa, Sebakung Makmur 92 KK, 290 jiwa.

 

Sementara itu, banjir di Long Kali mulai surut, namun banjir justru terjadi di Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, PPU. Banjir di desa bekas transmigrasi ini akibat limpasan air dari desa terdekat, yaitu Sebakung V, Kecamatan Long Kali, PPU, yang letaknya sama-sama pada hilir Sungai Telake. Ratusan hektare sawah, dan puluhan hektare padi yang siap panen turut ludes diterjang air.

Kepala Desa Sumber Sari, Babulu, PPU, Iqbal Albertus Seran mengungkapkan, total 6 RT yang terdampak banjir parah, yaitu RT 08 60 KK, 137 jiwa, RT 09 33 KK, 111 jiwa, RT 10 28 KK, 90 jiwa, RT 11 30 KK, 121 jiwa, RT 13 33 KK, 97 jiwa, RT 14 20 KK, 70 jiwa. Total 204 KK dan 626 jiwa.

Tagana dan BPBD PPU, Kecamatan Babulu, TNI/Polri sudah berada di lokasi banjir Sumber Sari, dan melakukan berbagai upaya pertolongan. “Hari pertama kami menyerahkan 700 nasi bungkus ke warga terdampak banjir di Sumber Sari,” kata Pembina Tagana PPU R Agus Purwanto, Minggu (10/10).(ari/rdh/k15)