SANGATTA – Puluhan jabatan kepala sekolah di Kutai Timur (Kutim) perlu segera diisi. Kekosongan tersebut disebabkan banyaknya kepala sekolah yang pindah memimpin sekolah lain. Ada pula yang dipimpin pelaksana tugas (plt) lantaran pensiun dan meninggal dunia.

Hal tersebut menjadi landasan Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Timur (Kutim) untuk menggelar seleksi kepala sekolah untuk tingkatan SD dan SMP. Seleksi tersebut berlangsung di gedung Badan Peningkatan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim di Samarinda, Jumat (8/10).

Setidaknya 47 calon kepala sekolah dari seluruh kecamatan mengikuti proses seleksi. Kadisdik Kutim Syahrir memastikan, tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan. Apalagi pelaksanaan seleksi berlangsung di tempat yang netral. “Panitia pelaksana langsung dari pihak BPMP Kaltim. Bahkan, proses seleksi berjalan sesuai ketentuan mereka (BPMP Kaltim),” ungkapnya.

Setelah hasil seleksi diumumkan pekan depan, calon kepala sekolah yang lolos akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) di BPMP. Dia ingin memastikan agar kepala sekolah yang terpilih memiliki kapasitas untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) di Kutim. “Setelah hasilnya (seleksi) keluar, langsung dilaksanakan diklat agar kekosongan terisi,” bebernya.

Kendati demikian, sebenarnya jumlah peserta tersebut masih kurang untuk mengisi kekosongan jabatan definitif, kepala sekolah dari tingkatan SD dan SMP di Kutim. Sebab, banyak kepala sekolah yang kosong karena pindah memimpin sekolah lain, pensiun, meninggal, dan dijabat plt. “Makanya tahun depan kami akan melaksanakan diklat serupa lagi. Kami penuhi secara bertahap,” jelasnya.

Sementara itu, pengawas untuk tingkatan SD-SMP baru terlaksana pertengahan pekan depan, Rabu (13/10). Posisi pengawas sekolah juga banyak kosong lantaran sudah banyak yang pensiun dan meninggal dunia. “Semua fasilitas para calon kepala sekolah sudah disediakan Dinas Pendidikan. Jadi, para peserta seleksi bisa fokus terhadap pelaksanaan seleksi,” pungkasnya. (dq/rdh/k16)