BUENOS AIRES – Entrenador Argentina Lionel Scaloni telah menyamai capaian tactician Uruguay Oscar Tabarez. Yaitu, sama-sama pernah memenangi Copa America. Jika Tabarez membawa La Celeste merebut gelar juara Copa America 2011, Scaloni memenangi Copa America tahun ini bersama La Albiceleste.

Hanya satu yang membedakan karier dua pelatih tersebut. Yaitu, durasi menangani timnas masing-masing. Scaloni baru 3 tahun lebih 68 hari menangani La Albiceleste. Itu hanya seperlima dari periode Tabarez mengarsiteki La Celeste.

Termasuk saat menghadapi Argentina dalam matchday kesebelas kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Conmebol di Estadio Monumental Antonio Vespucio Liberti, Buenos Aires, pagi ini (siaran langsung Mola TV pukul 06.30 WIB), Tabarez sudah 15 tahun lebih 230 hari duduk di bench Uruguay. Atau sejak 13 Februari 2006.

Hal itulah yang membuat Scaloni terobsesi bisa seperti Tabarez. Bisa punya durasi lama menangani Tim Tango. ”Semua tahu siapa Master (panggilan Scaloni ke Tabarez, Red). Sulit bagi siapa pun untuk menjadi pelatih timnas hingga 15 tahun lamanya,’’ ucap Scaloni dalam wawancara dengan Ole!

”Bagiku, dia (Tabarez, Red) adalah sosok yang layak untuk diikuti,” tandas pelatih berusia 43 tahun tersebut. Yang unik, saat kali pertama menangani La Celeste, usia Tabarez masih 41 tahun. Jadi, hampir sama seperti usia Scaloni saat kali pertama menangani Argentina pada 3 Agustus 2018.

Sejatinya, Tabarez tak hanya sekali periode duduk di bench Uruguay. Sebelum periode 15 tahun, pemilik julukan El Maestro itu mengawali karier kepelatihannya juga dengan menangani Uruguay. Yakni, pada 1988 sampai 1990.

Loyalitas mantan allenatore AC Milan itu pula yang membuatnya masih bertahan di Uruguay sampai sekarang. Tabarez tidak menyerah melatih Diego Godin dkk meskipun mengidap penyakit langka bernama guillain-barre syndrome. Yaitu, penyakit yang menyerang ke sistem saraf tubuh dan mengakibatkan kelemahan otot pada anggota tubuh dan dada.

Penyakit yang sudah diidap hampir tiga tahun terakhir itu membuat Tabarez harus memakai alat bantu kruk untuk berjalan. Gara-gara kondisinya pula, tahun lalu Tabarez sempat dikabarkan akan berhenti menangani Uruguay. Federasi Sepak Bola Uruguay (AUF) juga sudah berusaha mencari pengganti.

Pada kenyataannya, AUF tetap meminta Tabarez untuk bertahan hingga saat ini atau pada usia 74 tahun! ”Jika saya boleh mengatakan apa yang ada dalam pikiranku, mungkin saya juga ingin duduk di sini (pelatih timnas Argentina, Red) seperti Master,’’ tutur Scaloni.

Dalam sejarah La Albiceleste, pernah ada pelatih yang bertahan hingga 19 tahun. Tapi, itu terjadi pada zaman dulu. Dia adalah Guillermo Stabile pada periode 1939 sampai 1958. Selama periode tersebut, Stabile mampu meraih sembilan trofi juara untuk Argentina.

Di sisi lain, dalam sedekade terakhir, belum ada pelatih La Albiceleste yang mampu bertahan di Ezeiza (sebutan markas latihan timnas Argentina) lebih dari tiga tahun seperti Scaloni. ”Jika terus diberi kepercayaan, Scaloni bisa menjadi pelatih hebat untuk Argentina,” puji Tabarez di laman resmi AUF.

Duel pagi ini akan jadi yang ketiga Scaloni beradu taktik dengan Tabarez. Dua kali bertemu dengan Tabarez, sekali dia bisa menang dalam fase grup Copa America musim panas lalu (1-0). Sementara itu, pada pertemuan dalam uji coba dua tahun lalu, mereka berbagi hasil seri 2-2. (ren/c13/dns)

 

Argentina (4-3-3): 23-Emi Martinez (g); 4-Montiel, 13-Romero, 19-Otamendi, 3-Tagliafico; 7-De Paul, 5-Paredes, 20-Lo Celso; 11-Di Maria, 22-Lautaro, 10-Messi (c)

Pelatih: Lionel Scaloni

Jersey pemain: Biru langit dan putih (garis-garis vertikal)

Jersey kiper: Hitam

 

Uruguay (4-4-2): 1-Muslera (g); 8-Nandez, 3-Godin (c), 19-Coates, 17-Vina; 5-Vecino, 15-Valverde, 14-Torreira, 7-De la Cruz; 9-Luis Suarez, 21-Cavani

Pelatih: Oscar Tabarez

Jersey pemain: Putih

Jersey kiper: merah

 

Wasit: Roberto Tobar (Cile)

Stadion: Estadio Monumental Antonio Vespucio Liberti, Buenos Aires

Siaran Langsung: Mola TV pukul 06.30 WIB

 

Asian Handicap 0:¾