Melalui Disdikbud, semester kedua tahun ini pemkot mengalokasikan miliaran rupiah untuk insentif guru dan siswa berprestasi, juga hibah SPP siswa SD hingga SMP.

 

BALIKPAPAN-Pemerintah Kota Minyak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyerahkan dana hibah SPP dan insentif guru SD, MI dan SMP/MTs swasta, serta dana pembinaan siswa berprestasi.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, pemberian dana pembinaan ini kepada pemenang kompetensi sains nasional atas prestasi yang diraih. “Kami harap juga bisa memotivasi siswa pemenang kompetensi sains nasional yang akan fokus ke olimpiade tingkat provinsi dan nasional,” katanya.

Ia menyampaikan, penerima selain peserta didik, juga ada guru dan kepala sekolah. Kegiatan ini merupakan program prioritas dari Disdikbud, khususnya di bidang pendidikan yang dibantu di APBD Perubahan 2021 dan APBD Murni 2022. Sementara untuk hibah SPP pada siswa SD, MI, SMP, MTS perinciannya, SD mulai kelas 1–6 totalnya ada 13.337 siswa dengan bantuan SPP senilai Rp 75 ribu per bulan selama enam bulan dengan total anggaran sekitar Rp 6 miliar.

“Untuk MI mulai kelas 1–6 totalnya ada 6.622 siswa mendapatkan Rp 75 ribu per bulan selama 6 bulan Juli-Desember 2021 total anggaran Rp 2,9 miliar,” bebernya. Muhaimin menambahkan, di tingkat SMP mulai kelas 7–9 ada 9.669 siswa mendapatkan subsidi SPP selama enam bulan sebesar Rp 110 ribu per bulan, dengan total anggaran Rp 6,4 miliar.

“MTS mulai kelas 7–9 ada 3.615 siswa mendapatkan Rp 110 ribu per bulan selama enam bulan sejak Juli hingga Desember 2021, dengan total anggaran Rp 2,8 miliar,” kata Muhaimin. Bersama insentif guru dan siswa berprestasi, keseluruhan anggaran yang dialokasikan sekitar Rp 18 miliar. Program ini akan dilanjutkan pada 2022.

Muhaimin menambahkan, bantuan ini di luar dari BOS yang sudah diberikan kepada para peserta didik. Seperti diketahui, ada BOS reguler yang diberikan kepada siswa SD senilai Rp 960 ribu per siswa per tahun. Kemudian SMP Rp 1.170.000 tiap siswa per tahun.

Lalu ada insentif tambahan khusus diberikan kepada seluruh guru SMP dan MTS swasta. “Dengan persetujuan wali kota di enam bulan ini kami berikan insentif tambahan Rp 500 ribu per bulan masing-masing guru,” tuturnya. Setidaknya ada 17 SMP, kemudian ada 3 MTs, dengan 173 guru per bulan dapat bantuan Rp 1,5 juta per bulan dengan total anggaran Rp 1 miliar.

Ia menambahkan, pihaknya mendapat bantuan CSR dari Kutai Refinery berupa bantuan sewa kapal dan bantuan tenaga pendidik dua SD dan dua SMP, yang gaji mereka ditanggung pihak Kutai Refinery. (aji/ms/k16)