Konstruksi ibu kota negara baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara akan dimulai tahun depan. Akses logistik seperti jalan dan drainase sepertinya akan mulai dibangun duluan untuk memudahkan mobilitas pembangunan.

 

BALIKPAPAN-Dampak diserahkannya surat presiden (surpres) terkait Rancangan Undang-Undang IKN kian terasa. Sepekan setelah naskah tersebut diserahkan pemerintah ke pimpinan DPR RI, kemarin (8/10), dua menteri mengunjungi kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Kunjungan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin segera memulai pembangunan IKN.

Dua menteri yang mengunjungi lahan IKN kemarin, yakni Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Banyak hal yang dibahas oleh duet menteri yang berperan penting dalam tahapan pemindahan IKN dari DKI Jakarta ke Kaltim ini. Kunjungan keduanya didampingi Gubernur Kaltim Isran Noor. Sebelum mengunjungi lokasi pembangunan KIPP, keduanya sempat memantau lokasi yang direncanakan dibangun istana negara, kompleks kementerian, beserta perumahan PNS yang akan bertugas di IKN baru nanti. Termasuk memantau kesiapan perencanaan jalur logistik ketika tahapan pembangunan pusat pemerintahan baru dimulai.

Selain itu, rombongan mengecek kesiapan sumber air baku untuk memenuhi KIPP IKN. Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian sedikit memaparkan mengenai rencana pemenuhan kebutuhan air baku di IKN. Nantinya disuplai dari Bendungan Sepaku-Semoi di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku. Akan tetapi, sumber air baku ini tidak mencukupi, sehingga ditambah dari Intake Sungai Sepaku. “Nanti untuk jangka panjang, perlu dibangun Bendungan Batu Lepek dan Bendungan Selamayu untuk memenuhi kebutuhan (air baku IKN),” katanya di hadapan Suharso Monoarfa dan Basuki Hadimuljono.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, diperlukan pasokan sumber air baku dari Bendungan Lambakan di Kabupaten Paser (kapasitas 5 ribu liter per detik) dan Intake Sungai Mahakam (kapasitas 5 ribu liter per detik), serta potensi pemanfaatan air baku, void galian tambang di Kutai Kartanegara (Kukar) dan PPU. Sembari melihat peta perencanaan penyediaan air baku untuk IKN, Suharso lantas menunjuk waduk yang tengah dibangun PT Arsari Tirta Pranada, anak perusahaan PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU) milik Hashim Djojohadikusumo, adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Dalam perencanaan sebelumnya, bendungan atau danau buatan seluas 19.177 hektare itu nantinya diproyeksikan dapat memutar turbin, sehingga menghasilkan tenaga listrik berkapasitas sekitar 6 megawatt. Air dari bendungan tersebut juga bisa diolah menjadi air bersih dan air minum. Kapasitas aliran air dari bendungan tersebut sebesar 4.550 liter per detik. Cukup untuk memenuhi kebutuhan industri PT ITCIKU sekitar 600 liter per detik, sehingga menyisakan sekira 4.000 liter per detik. “Yang Pak Hashim punya ini. Siap juga itu. Dia mau suplai air ke Balikpapan. Potensi waduk itu, bukan hanya bisa digunakan untuk menyuplai air ke Balikpapan. Namun juga menyuplai ke KIPP,” kata Suharso.

Ketua DPP PPP itu menyatakan telah bertemu dengan Hashim Djojohadikusumo. Guna membahas potensi bendungan PT ITCIKU. Dari pertemuan itu, diketahui bahwa waduk yang dibangun ramah lingkungan. “Jadi mereka tidak merusak lingkungan. Bahkan tidak membendung. Itu yang saya tegaskan,” kata Suharso. Sementara itu, Isran Noor membenarkan bahwa bendungan yang saat ini dalam tahapan pembangunan, bisa menyuplai air baku untuk Balikpapan dan IKN. 

“Karena jaraknya dekat juga. Sekitar 18 kilometer,” sebutnya.

Sementara itu, beberapa jam sebelum mengunjungi KIPP IKN, Basuki Hadimuljono turut meninjau Bendungan Sepaku-Semoi yang berada di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku. Bendungan tersebut telah dikerjakan sejak Juli 2020. "Utamakan kualitas. Saya minta konsultan pengawas untuk tegas mengawasi kualitas konstruksi. Kalau ada yang salah, jangan ragu dibongkar. Hati-hati dengan potensi longsoran, drainasenya juga agar ditata betul," pesan Basuki. 

Lanjut dia, bendungan dengan kapasitas volume 10 juta kubik ini, sudah cukup lama direncanakan. Utamanya untuk memenuhi kebutuhan air baku dengan kapasitas 2.500 liter per detik dan mereduksi banjir 55 persen. 

Pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi berada di bawah tanggung jawab Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Dibangun dengan skema kontrak tahun jamak hingga 2023 senilai Rp 556 miliar. Adapun kontraktor pelaksananya PT Brantas Abipraya- PT Sacna-PT BRP (KSO). 

Kepala BWS Kalimantan IV Harya Muldianto mengatakan, progres konstruksi Bendungan Sepaku-Semoi hingga saat ini 20,47 persen. Item pekerjaan saat ini mencakup jalan masuk, pengelak, pelimpah, galian dan timbunan tubuh bendungan. "Sesuai kontrak bendungan ini ditargetkan selesai akhir tahun 2023, namun diharapkan dapat selesai lebih cepat pada akhir tahun 2022. Sejauh ini kami belum menjumpai kendala teknis maupun dalam pengadaan tanah untuk bendungan," kata Harya. 

Dengan demikian, di Kaltim saat ini sudah terdapat enam infrastruktur yang selama ini menjadi sumber pengambilan air baku. Keenam sumber air baku tersebut yakni Bendungan Manggar di Balikpapan (kapasitas tampung 14,2 juta kubik), Bendungan Teritip di Balikpapan (2,43 juta kubik), Embung Aji Raden di Balikpapan (0,49 juta kubik), Bendungan Samboja di Kutai Kartanegara (5,09 juta kubik), Intake Kalhol Sungai Mahakam (0,02 juta kubik), dan Bendungan Lempake di Samarinda (0,67 juta kubik). (kip/riz/k16)