SAMARINDA - Memperingati Dies Natalis Universitas Mulawarman (Unmul), Pusat Penelitian Kesetaraan Gender Dan Perlindungan Anak (P2KG-PA), Pusat Penelitian Pendidikan Ilmu Sosial dan Humaniora (P3IS-HUM), Pusat Penelitian Pengembangan Wilayah dan Kebijakan Publik (P3W-KP) dan Sentra HKI dan Mulawarman Press  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman menggelar webinar Nasional bertema "Membaca Ibu Kota Negara Secara Multidisiplin", Sabtu (9/10/2021). 

Deputi Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Ir. Rudy Soeprihadi Prawiradinata, MCRP, Ph.D hadir di webinar ini sebagai keynote speaker menjelaskan strategi sosial yang telah direncanakan di dalam Master Plan IKN memastikan kesetaraan, keterjangkauan dan kemudahan aksesibilitas bagi seluruh penduduk di IKN maupun sekitarnya. 

"Strategis sosial ini sesuai dengan visi IKN “Kota Dunia untuk Semua” atau “World Class City for All”," kata Rudy. 

Bappenas mencatat Pada tahun 2045, jumlah penduduk di IKN diperkirakan mencapai 1,7-1,9 juta jiwa, yang telah sejalan dengan hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis master Plan IKN. 

Dengan perkiraan bangkitan urbanisasi dari sektor ekonomi dan industri yang akan dikembangkan, pada tahun 2045 jumlah penduduk di Kalimantan Timur diproyeksikan akan mencapai 11 juta jiwa.

Sementara itu, Ketua LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Mulawarman Anton Rahmadi dalam sambutannya menyampaikan webinar kali ini untuk memperingati Dies Natalis Unmul yang dapat turut berkontribusi persiapan Kaltim menjadi IKN. 

Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul, Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono menjelaskan Unmul terus berupaya mendekatkan diri dalam pembangunan IKN. 

"Untuk itu, Unmul sudah mengusulkan mendekatkan ke IKN melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendapat area seluas 2000 hektar penyanggah IKN. Ini modal yang sangat besar bila terwujud dan mampu mendukung persiapan pengembangan IKN," kata Agung.

Agung menegaskan Unmul telah memiliki banyak pengalaman kerjasama dengan Jerman dan Jepang. Dan ingin bekerja dengan Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada serta lembaga lainnya. 

"Saya ingin sampaikan bahwa dulu orang anggap pulau Sumatera jadi pulau harapan. Maka masa depan Kaltim menjadi wilayah harapan. Kami terus memperkuat diri," kata Agung. 

Selama enam tahun terakhir, Unmul, dikatakan Agung membuka stimulan-stimulan akademik dalam konteks penulisan buku dalam meningkatkan atmosfer akademisi. 

Adapun, Guru Besar Fisipol UGM dan rector UNU Yogyakarta Prof. Dr. Purwo Santoso menjelaskan dirinya mengajak agar menata ulang tata kuasa yang selama ini berjalan di Negara Indonesia. 

"Karena pemerintah kita cara berpikirnya teritorialistik sehingga IKN yang baru hanya di lokasi tempat tertentu dan dibatas-batas tertentu. Ini bisa jadi manfaat bagi Indonesia tidak disambut. Dan saya dengarkan Bapenas, sudah tegas menyampaikan berpikir baru dan menyiapkan dunia digital di IKN," kata Purwo Santoso. 

Purwo Santoso menjelaskan tata kuasa yang baru IKN di Kaltim tidak hanya fisik ditampilkan. Tapi perlu penggambaran secara imajiner. Dan Unmul pelaku penting merebut dan menghidupkan ruang di IKN. 

"Dalam konstitusi, kita diamanatkan otonomi luas. Tata kuasa baru tidak hanya membuat Undang-undang baru tetapi operasional sehari-hari dengan membuat IKN baru dan cara baru mengelola Indonesia," katanya. 

Koordinator Puslit P2KG-PA, Dr. Yayuk Anggraini, S.IP., M.Si menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian acara Dies Natalis Unmul yang ke 56 tahun. 

Tema yang diangkat sebagai bagian dari kontribusi dunia akademisi dalam memaknai dan menganalisis secara multidimensi pembangunan ibu kota negara.

 “Kami mengundang seluruh elemen dan terutama dari akademisi dari perguruan tinggi di seluruh Kaltim serta skpd-skpd di Kaltim,” jelas Dosen Hubungan Internasional Unmul ini. (myn)