ISTANBUL – Mercedes mengevaluasi keputusan mereka yang berencana mempertahankan mesin mobil milik Lewis Hamilton hingga akhir musim. Tim pabrikan Jerman itu kemarin mengumumkan mengganti sistem pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) pada mesin mobil Hamilton di GP Turki.

Dampak pergantian tersebut adalah Hamilton diganjar mundur sepuluh posisi saat start di Sirkuit Istanbul. Motorsport melaporkan, Mercedes sebenarnya sempat ragu mengambil keputusan tersebut. Itu disebabkan persaingan Hamilton dengan pembalap Red Bull Max Verstappen di klasemen pembalap saat ini sedang ketat-ketatnya.

Hamilton memang masih memuncaki klasemen dengan raihan 246,5 poin. Namun, Verstappen menempel di posisi kedua hanya dengan selisih dua angka, yakni 244,5 poin. Persaingan makin ketat karena balapan musim ini tinggal tujuh seri.

Keputusan itu akhirnya diambil juga karena Hamilton sendiri yang memintanya. Mengingat, saat ini Verstappen juga sudah menggunakan mesin baru setelah menggantinya secara keseluruhan di GP Rusia (26/9). Akibat pergantian tersebut, Verstappen juga diganjar penalti sampai start di posisi buncit.

Dengan hanya mengganti ICE, Mercedes menghindarkan Hamilton dari penalti start dari posisi paling belakang. Team Principal Mercedes Toto Wolff mengatakan, itu adalah langkah yang paling aman untuk Hamilton di tengah persaingan ketat melawan Verstappen.

Pergantian ICE diharapkan bisa memperbaiki performa mesin mobil Hamilton sekaligus menghindarkan kerusakan mesin yang bisa berdampak pada gagal finis (DNF). ’’Dalam hitungan kami, perlu empat kemenangan untuk bisa mengejar poin jika terjadi sekali DNF. Dan, itu sangat brutal. Karena itu, kami perlu benar-benar bermain aman tanpa mengorbankan performa,’’ ucap Wolff dilansir Motorsport.

Hasil dari membawa ICE baru langsung terasa untuk Hamilton. Pada sesi latihan bebas 1 (FP1) dan 2 (FP2) kemarin, pembalap 36 tahun tersebut terus menjadi yang tercepat. Di FP1 dia bertengger di posisi pertama dengan catatan waktu terbaik 1 menit 24,178 detik. Sementara itu, di FP2 dia membukukan 1 menit 23,804 detik.

Penalti yang hampir sama lebih dulu dijatuhkan kepada Max Verstappen. Pembalap Belanda tersebut harus start dari posisi buncit karena elemen mesin yang diganti lebih banyak. Untungnya, Verstappen sukses meminimalkan kerugian akibat penalti tersebut dengan finis runner-up di GP Rusia. Dengan begitu, jarak poinnya dari Hamilton tidak tertinggal terlalu jauh.

Di Turki Minggu besok, Verstappen berpeluang besar merebut kembali pemuncak klasemen jika mampu memanfaatkan keuntungan tersebut. (irr/c7/cak)