Selama tiga hari, Bupati Kukar Edi Damansyah bermukim di sejumlah desa di Kecamatan Muara Muntai. Ia ingin memastikan langsung, berbagai program peningkatan pelayanan dasar di kecamatan hulu Kukar itu sudah terealisasi.

****

Kedatangan Bupati Kukar Edi Damansyah disambut sederhana oleh warga Kecamatan Muara Muntai. Sejak tanggal 6 hingga 8 Oktober, bupati menyambangi langsung Sembilan desa yang ada di Kecamatan Muara Muntai. Lokasi tiap desa di daerah ini saling terhubung dengan trasportasi darat hingga sungai.

Seperti biasa, bupati sengaja meminta agar penyambutan dirinya tak perlu meriah. Penekanan itu, ia sampaikan agar perangkat pemerintah di bawahnya bisa lebih fokus pada substansi kunjungan. Yaitu, terkait realisasi program yang sudah di gadang-gadang sebelumnya.

“Ada semmbilan desa yang langsung dikunjungi Pak Bupati selama tiga hari. Beliau memastikan langsung program yang dicanangkan telah terealisasi,” ujar Camat Muara Muntai Murjani.

Usai menempuh jalan darat ratusan kilometer dari Tenggarong, Bupati menyeberang dari dermaga di kawasan jalan oloy. Kondisi jalan yang sempat dikelukan selama bertahun-tahun kini sudah mulus. Akses dermaga penyeberangan menuju pusat kecamatan juga menjadi lebih dekat.

Desa Muara Aloh menjadi salah satu desa yang dikunjungi oleh bupati. Di desa ini, semula hanya dialiri listrik selama 12 jam. Namun, dari hasil pengawalan usulan yang dilakukan Pemkab Kukar melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kukar, Desa Muara Aloh yang lokasinya jauh dari pusat kecamatan kini sudah bisa teraliri listrik hingga 24 jam.

Tak hanya di Muara Aloh, di Desa Jantur Baru juga menjadi sasaran peningkatan pelayanan listrik 24 jam. Bupati juga melakukan pengecekan langsung kondisi infrastruktur listrik di kawasan tersebut. Ia juga meluangkan waktu untuk mendengarkan langsung keluhan dari masyarakat.

“Alhamdulillah, desa-desa yang listriknya 24 jam, saat ini terus kita kejar untuk mendapat pelayanan maksimal. Kita akan kejar terus itu dengan berkoordinasi bersama PLN,” kata bupati.

Kebutuhan dasar lain yang turut dipenuhi, yaitu pengecekan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Muara Aloh. Tak hanya infrastruktur ketersediaan air bersih, program ini juga sudah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memastikan program ini terus bisa dinikmati warga. Jaringan air bersih juga dirasakan langsung hingga ke rumah-rumah masyarakat.

Ketua Pamsimas Desa Muara Aloh Kamarudin menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas kehadiran bupati. Program Pamsimas di Desa Muara Aloh ini dibangun pada tahun 2021 dengan sumber air bersih melalui sumur bor berkedalaman puluhan meter. Kamarudin pun mendukung agar peningkatan kapasitas pada Pamsimas ini dilakukan.

“Saya mengecek sampai ke rumah-rumah untuk memastikan air bersih tersebut benar-benar sudah bisa dinikmati. Apa yang menjadi harapan warga, akan kita tindaklanjuti lagi,” tambahnya.

Tak hanya itu, Edi juga melihat kesiapan sekolah-sekolah yang sudah mulai melakukan persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Di antaranya di SD 015 Tanjung Batuq Harapan. Selain menemui langsung siswa yang mengikuti PTM, ia juga turut melakukan simulasi pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah. Mulai dari ketersediaan tempat cuci tangan dan lainnya.

“Kita harap nantinya anak-anak bisa mengikuti PTM sesuai standar prokses yang ada. Jadi sekolah-sekolah yang mengikuti PTM, dipastikan lagi prokesnya,” lanjut politisi PDI Perjuangan itu. (qi)