MILAN – Harapan kiper Italia Gianluigi Donnarumma mendapat sambutan hangat di Stadio San Siro, Milan, dalam semifinal UEFA Nations League 2020—2021 kontra Spanyol kemarin dini hari WIB (7/10) tidak kesampaian. Justru kiper yang akrab disapa Gigio menerima siulan sejak awal memasuki lapangan hingga sepanjang laga.

Teror diberikan penonton yang mayoritas Milanistim, khususnya ultras Curva Sud Milano (CSM). Mereka masih belum move on atas keputusan Gigio hengkang ke Paris Saint-Germain secara gratis setelah semua hal yang diberikan AC Milan kepadanya sejak masih level junior. 

Teror itulah yang membuat membuat mental Gigio berantakan. Gawang kiper 22 tahun tersebut sudah bobol dua kali pada babak pertama. Dia juga diklaim menangis saat turun minum. Dua gol yang membuat Italia kalah 1-2 sekaligus mengakhiri streak 37 laga tidak terkalahkan Gli Azzurri selama tiga tahun terakhir. 

Sebelum laga, Milanisti juga membentangkan spanduk besar di jembatan Kota Milan yang berbunyi bahwa Gigio tidak diterima lagi sebagai warga di sana. ”Teror yang diterimanya salah sasaran. Sebab, ini adalah laga timnas yang lebih penting dari apa pun. Seharusnya, itu (teror, Red) diberikan ketika AC Milan menghadapi Paris Saint-Germain,” bela allenatore Italia Roberto Mancini kepada Pemain Terbaik Euro 2020 itu seperti dilansir La Gazzetta dello Sport. 

Selain Gigio, kartu merah yang diterima kapten sekaligus bek tengah Leonardo Bonucci memberi andil atas kekalahan Italia. Ironisnya, Bonucci juga termasuk musuh Milanisti. Meski, kadar kebencian kepadanya tidak sebesar Gigio.

Bonucci dibenci lantaran keputusannya yang meminta kembali ke Juventus pada musim 2018—2019 setelah hanya semusim bersama AC Milan. Padahal, kala itu dia langsung dipercaya sebagai kapten Rossoneri. ”Aku meminta maaf (atas kartu merah, Red). Tim ini akan bangkit lagi dengan lebih kuat!,” tulis Bonucci di Instastory. 

Bonucci yang biasanya berduet dengan rekannya di Juventus, Giorgio Chiellini, kemarin berdampingan dengan bek Inter Milan Alessandro Bastoni. Hal itu sedikit banyak memengaruhi soliditas pertahanan Gli Azzurri. Gol pertama Spanyol oleh Ferran Torres, misalnya, berasal dari pertahanan Italia yang salah antisipasi. (io/dns)