SETELAH sebelumnya hanya merendam dua desa di Kecamatan Long Kali, kini banjir karena luapan Sungai Telake semakin meluas. Total ada enam lokasi banjir. Yaitu Desa Muara Toyu, Munggu, Piyas, Bente Tuala, Mendik, dan Kelurahan Long Kali.

Camat Long Kali Rizky Noviar mengatakan, kondisi air semakin tinggi Kelurahan Long Kali. Namun, air tidak menggenangi seluruh wilayah kelurahan itu, hanya di titik-titik tertentu. Namun, hal ini menyulitkan petugas untuk mengirim bantuan logistik.

“Titik-titik lokasi genangan air banyak terjadi di jalan-jalan utama. Kami kesulitan melewati genangan air yang tingginya hampir separuh badan kendaraan,” kata Rizky.

Pihak kecamatan sedang mengirim bantuan ke sejumlah pos logistik. Untuk pengiriman logistik ke Desa Muara Toyu, Munggu dan Piyas, petugas kesulitan menuju lokasi karena akses menuju ke sana tergenang air.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Daerah Kabupaten Paser Masriyah mengatakan, timnya sejak Selasa malam sudah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi. Termasuk menyiapkan dapur umum.

“Tim Reaksi Cepat BPBD Kaltim juga sudah berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi,” katanya.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan Mulyono Leonardo mengatakan, musim hujan di Kabupaten Paser memang terjadi lebih awal.

Dari prakiraan cuaca, curah hujan di Paser untuk Oktober ini rata-rata mencapai 100-200 mm. Masuk kategori curah hujan menengah. “Sifat hujannya di Paser masih normal,” katanya.

Ia mengingatkan, agar tetap waspada terutama daerah-daerah yang memiliki historis banjir. Warga Long Kali, Heru Arnanda mengatakan, banjir tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. “Biasanya hanya kena sampai dapur, ini sudah masuk rumah airnya,” kata Heru. (jib/kri/k16)