Genap sebulan menjabat sebagai kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Paser, Yusuf Sumako langsung mencoba berbagai gebrakan. Dia berupaya menghidupkan perpustakaan yang kini seperti hidup segan mati tak mau.

 

SALAH satu yang ingin dikejar dalam waktu dekat ialah akreditasi. Dia cukup kaget selama ini ternyata perpustakaan belum memiliki akreditasi. “Kita kejar agar dapat akreditasi B minimal,” kata Yusuf, Rabu (6/10).

Tujuan akreditasi ini agar bantuan dan kerja samanya dengan berbagai pihak bisa lebih banyak demi memajukan perpustakaan. Apalagi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan tersebut juga sudah OPD bertipe A.

Namun, dia menyayangkan anggaran yang diberikan pemerintah daerah sangat kecil. “Dari empat bidang, satu bidang hanya sekitar Rp 70 juta. Bayangkan saja berapa untuk per seksi masing-masing,” lanjutnya.

Namun, hal itu, menurut dia, bukan hambatan. Banyak celah yang bisa dimanfaatkan agar perpustakaan lebih maju. Yaitu dengan menjalin dan memperbanyak relasi dengan pihak ketiga. Baru sebulan dia menjabat, sudah 26 kerja sama atau memorandum of understanding(MoU) dibuat dengan berbagai pihak. Menurut Yusuf, perpustakaan adalah awal mula tempat untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

Dengan demikian, perlu didukung penuh oleh pemerintah daerah. Yusuf juga mengusulkan program kepada bupati agar setiap PNS wajib menyumbang satu buku agar menambah jumlah koleksi buku.

Pasalnya, ketersediaan buku sangat terbatas. “Programnya Adobu, artinya aksi donasi buku,” kata mantan kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser itu. (jib/kri/k16)