UNTUKmencapaiherd immunityatau kekebalan komunal terhadap virus corona, pemerintah menargetkan minimal 208,5 juta penduduk harus divaksin. Menurut Wakil Presiden Ma’ruf Amin, target itu bukan sebuah angka yang kecil. Program vaksinasi Covid-19 sudah masuk bulan kesepuluh, tetapi belum mencapai 50 persen dari target. Seperti diketahui, vaksinasi Covid-19 diawali suntikan untuk Presiden Joko Widodo pada 13 Januari lalu.

Untuk itu Ma’ruf mengatakan dibutuhkan upaya extraordinary dan masif untuk mencapai target vaksinasi tersebut. Apalagi jangka waktu yang ditetapkan hanya satu tahun. ’’Sampai dengan tanggal 3 Oktober 2021, secara nasional vaksinasi dosis pertama mencapai 45,03 persen dan untuk dosis kedua 25,29 persen,’’ katanya di Jakarta kemarin (6/10). Ma’ruf mengatakan, dengan data capaian vaksinasi itu, artinya masih diperlukan kerja keras mencapai herd immunity. Seperti diketahui, untuk mencapai herd immunity perlu vaksinasi untuk 70 persen populasi masyarakat Indonesia.

Dia melanjutkan, menurut data Kementerian Kesehatan, rata-rata vaksinasi harian per minggu telah mencapai 1,4 juta dosis tiap harinya. Dengan tingkat kecepatan seperti ini, Ma’ruf mengatakan, dibutuhkan waktu sekitar tujuh bulan atau sampai pertengahan 2022 untuk mencapai target herd immunity. ’’Bila kita menginginkan vaksinasi selesai akhir tahun ini juga, maka kecepatan vaksinasi perlu ditingkatkan menjadi 2,5 juta dosis vaksinasi per hari,’’ tuturnya.

Mantan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyampaikan, prioritas sasaran vaksinasi juga perlu diberikan kepada kelompok lanjut usia (lansia). Data pemerintah per 3 Oktober menyebutkan, baru 6,6 juta orang lansia yang sudah suntik vaksin dosis pertama. Kemudian yang sudah dosis lengkap ada 4,4 juta orang. Jumlah ini masih belum terlalu signifikan, dibandingkan target sasaran vaksinasi lansia sebanyak 21,5 juta orang. Dibukanya kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, juga membuat semakin banyak prioritas vaksinasi. Untuk mendukung PTM terbatas, para pendidik dan tenaga kependidikan menjadi prioritas vaksinasi. Ma’ruf mengatakan, target vaksinasi untuk pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 5,06 juta orang.

Data sampai 3 Oktober, baru 2,55 juta orang pendidikan dan tenaga kependidikan yang mendapatkan dosis pertama. Sementara yang sudah dosis komplet ada 2,1 juta orang. ’’Cakupan vaksinasi bagi tenaga pendidik, orang tua siswa, serta siswa yang memenuhi syarat, perlu ditingkatkan,’’ katanya. Tujuannya menghindarkan terjadinya klaster baru di sekolah. Secara khusus, Ma’ruf meminta perhatian kepada para guru, murid, dan orang tua siswa harus sudah dipastikan mendapatkan vaksin, untuk menjamin keamanan PTM terbatas.

Di sisi lain, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memastikan, instansinya bakal terus mendukung pemerintah melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat. Komitmen tersebut dibuktikan melalui program serbuan vaksinasi yang masih terus bergulir. ”Untuk menuntaskan program vaksinasi nasional,” jelas dia.  Senada dengan Hadi, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan, serbuan vaksinasi yang dilaksanakan oleh instansinya kini sudah mulai bergeser. Masyarakat maritim yang semula jadi sasaran TNI AL sebagian besar sudah divaksin. ”Karena awal-awal kami laksanakan (serbuan vaksinasi) di daerah pesisir, kampung nelayan, daerah terpencil, dan di pulau-pulau. Itu sudah tercapai sekitar 70 persen di pesisir,” terang dia.

Karena itu, Yudo mengungkapkan, kini TNI AL memperluas sasaran vaksinasi. Mereka masuk ke daerah-daerah yang persentase vaksinnya masih minim. Mereka juga masuk ke pesantren-pesantren dan lembaga pendidikan di berbagai jenjang. Bahkan, Angkatan Laut juga menyatakan kesiapan untuk mengakselerasi vaksinasi terhadap masyarakat yang masuk kategori lanjut usia (lansia). ”Bila punya komunitas lansia (yang ingin divaksin) infokan, langsung kami datangi, kami langsung suntik,” tegasnya.

Di sisi lain, vaksinasi oleh Angkatan Darat juga terus bergulir. Melalui satuan-satuan mereka di seluruh daerah di Tanah Air, vaksinasi dilaksanakan. Pun demikian dengan TNI AU. Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Indan Gilang Buldansyah menyatakan, saat ini mereka tengah melaksanakan vaksinasi di Berau, Kalimantan Timur. Tidak kurang 95 tenaga kesehatan dikirim dari Jakarta untuk melaksanakan vaksinasi di sana.  Sasarannya, lanjut Indan, 10.500 masyarakat. Karena itu, pelaksanaan vaksinasi di sana dilangsungkan selama empat hari. Mulai kemarin (6/10) sampai Sabtu (9/10). ”Selama empat hari kami targetkan 10.500 dosis vaksin tahap kedua bagi warga masyarakat Kabupaten Berau di Kalimantan Timur,” terang Indan.

”Bagi warga Berau yang belum mendapatkan vaksin dosis kedua, silahkan datang pada tanggal 6 sampai tanggal 9 Oktober 2021 ke Bandara Kalimarau,” tambahnya. (jpg/riz/k16)