SAMARINDA - Ketua LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Mulawarman Anton Rahmadi membuka acara webinar Diseminasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 47 Universitas Mulawarman Tahun 2021 dengan tema Desa Tangguh Penyangga IKN, Kamis (7/10/2021). 

Dalam webinar tersebut, Anton Rahmadi mengungkapkan KKN yang dilaksanakan tahun 2021 tak banyak berbeda dengan tahun 2020 dimana mobilitas mahasiswa sangat terbatas karena pandemi COVID-19 yang tinggi.

"Terus terang dua tahun terakhir merupakan tahun-tahun istimewa bagi kita. Bapak ibu dan mahasiswa sekalian merasakan bagaimana ada yang kehilangan keluarga dan ini bukan main main. (pandemi Covid-19) harus kita atasi bersama-sama dengan kompak," kata Anton. 

Hadir sebagai narasumber webinar desiminasi KKN Unmul angkatan 47 yaitu Asisten Pemerintah & Kesra Setda Prov. Kaltim M. Jauhar Effendi dan Kepala Dinas Perindagkop & UKM Prov. Kaltim HM Yadi Robyan Noor serta Wakil Ketua DPP IAPA & Kepala Governance Laboratory FIA UB M.R. Khairul Muluk. 

Sebagai moderator webinar kali ini dipandu oleh Enos Pasella. Dan mahasiswa program sarjana yang terdaftar sebagai peserta KKN Angkatan 47 Unmul sebanyak 956 peserta hadir webinar melalui zoom meetingmeeting ini. 

Anton Rahmadi mengajak para hadirin webinar dan seluruh mahasiswa optimis bisa melalui pandemi COVID-19 yang kini mulai menurun seiring terus berjalannya program vaksinasi. 

"Hari ini berlangsung vaksinasi diikuti 3000 mahasiswa untuk persiapan kuliah yang akan dilaksanakan dengan luring. Dan KKN dilaksanakan tahun ini mendapat banyak tanggapan. Hal ini wajar karena bagian dari dinamika," kata Anton. 

KKN Unmul tahun ini, diakui Anton, beberapa mahasiswa alami relokasi yang sangat tergantung dengan persiapan desa. Kesiapan desa bisa terganggu karena ada kejadian luar biasa. 

"KKN tahun ini terpaksa ada yang berubah pola. Karena provinsi Kaltim yang mendapat status PPKM level 4. Ini sangat membatasi mahasiswa, KKN dari yang rencananya separuh luring terbatas terpaksa berubah menjadi full daring. Karena tahun ini tak memungkinkan," kata Anton. 

Jauhar Effendi dalam webinar mengatakan provinsi Kalimantan Timur berada di urutan ke enam dari 33 provinsi se Indonesia tertinggi Indeks Pembangunan Desa. Kaltim kalah dengan DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Sumatra Barat. 

"Artinya, se Kalimantan kita masih unggul. Dan jika dibanding NTT, NTB dan Maluku, kita masih unggul. Dengan Banten, juga kita posisi masih unggul," jelasnya. 

Sementara itu, Roby menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim naik sebesar 5,76% di triwulan II tahun 2021 dari total pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode yang sama sebesar 7,07%, dengan Nilai Total Ekspor sebesar US$ 1,83 miliar atau naik sebesar 11,42% dari periode sebelumnya.

Roby juga menyampaikan target program serta upaya kongkrit pengembangan UKM di Provinsi Kalimantan Timur. Harapannya, adik adik mahasiswa maupun masyarakat umum dapat mengikuti dan mengambil manfaat dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perindagkop & UKM Prov. Kaltim. (myn)