PTM sudah di depan mata. Tapi, ada sejumlah persyaratan dan hal teknis yang mengiringi. Bahkan PTM bisa kembali dihentikan jika ada siswa yang positif terpapar Covid-19.

BALIKPAPAN- Menyambut pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Minyak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki beberapa gambaran teknis pelaksanaannya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin, menyebut pihaknya tengah mematangkan persiapan.

Teknis PTM akan dilaksanakan dengan beberapa catatan. Ini merupakan hasil evaluasi simulasi yang telah digelar beberapa kali. “Ada enam poin penting yang menjadi catatan Dinas Pendidikan untuk menggelar PTM di masing-masing sekolah,” katanya, Rabu (6/10). Pertama, kapasitas siswa yang mengikuti pembelajaran dimulai bertahap, yakni 50 persen. Kedua, jadwal masuk sekolah hanya dua hari dalam seminggu. Dilaksanakan di setiap kelas di SD dan SMP seminggu dua kali.

"Misalnya, kelas 1 dan 2 itu hari Senin dan Selasa. Nanti jadwal kelas 3 dan 4 Rabu dan Kamis. Jadi, seminggu dua kali," urainya. Ketiga, waktu pelaksanaan PTM maksimal selama dua jam untuk SD, dan tiga jam untuk SMP. Keempat, mengombinasikan antara daring dan luring. "Jadi, ada yang mereka daring ada yang lainnya luring," tambahnya.

Kelima, pihak sekolah diminta untuk memaksimalkan tugas dan fungsi Satgas Covid-19 yang telah dibentuk. Terakhir ialah, tetap mengutamakan persetujuan dari orangtua murid bahwa anaknya bersedia belajar tatap muka di sekolah. "Yang lebih penting itu tetap harus ada persetujuan orangtua. Jadi, sekolah sudah menyiapkan angket untuk melaksanakan PTM sebelum mendapatkan surat ini," jelasnya.

Kendati demikian, ia tak memungkiri bahwasanya PTM terbatas di Balikpapan bisa kembali tertunda apabila PPKM naik level. Hanya saja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan tetap mengikuti instruksi Menteri Dalam Negeri serta surat edaran dari wali kota. "Jangankan begitu, pada saat pembelajaran nanti ada yang positif itu kita hentikan dulu selama dua minggu," tutupnya. (aji/ms/k15)