PENAJAM - PT Arsari Tirta Pranada (ATP), anak perusahaan PT ITCI Kartika Utama (ITCI KU) berencana membangun bendungan di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Perusahaan ini berencana membangun bendungan atau danau buatan di wilayah ibu kota negara (IKN) itu.

Ke depan bendungan diproyeksikan memutar turbin untuk memproduksi tenaga listrik berkapasitas 6 megawatt (MW). Sementara air yang ditampung dalam bendungan diolah menjadi air bersih dan air minum.

“Nah, itu dia, hingga sekarang belum ada kelanjutannya. Kalah cepat dengan proyek yang sama yang dibangun oleh pemerintah. Padahal, itu juga kita harapkan bisa berlanjut,” kata Sekretaris Camat (Sekcam) Sepaku, PPU, Adi Kustaman kepada Kaltim Post kemarin.

Ia mengatakan, keseriusan perusahaan ini telah ditunjukkan dengan telah rampungnya dokumen analisis dampak lingkungan (andal), yang tembusannya ada di kantor Kecamatan Sepaku. Namun, ia tidak tahu alasannya hingga kini rencana tersebut belum terwujud.

Berdasarkan amdal, perusahaan ini akan membangun bendungan seluas 5.417 hektare, luas genangan 3.430 hektare, tinggi bendungan 50 meter, dan kapasitas tampung 469.660.000 meter kubik. Juga, dibangun sistem penyediaan air minum dengan panjang jalur 54,57 kilometer dan luas 56,94 hektare.

Lokasi pembangunan bendungan ini berada di Sepaku, PPU, dan Balikpapan Barat. “Lokasi untuk rencana pembangunan bendungan oleh perusahaan ini di Kecamatan Sepaku hampir pada perbatasan dengan wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Adi Kustaman.

Perusahaan ini telah mempresentasikan rencana pembangunan waduk tersebut di hadapan Gubernur Kaltim Isran Noor, Oktober tahun lalu. Saat itu manajemen perusahaan yang datang dipimpin Komisaris Utama PT ITCI KU Hashim Djojohadikusumo didampingi Dirut PT ITCI KU Odang Kariana.

Melalui pemaparan sebagaimana dikutip media ini dari laman kaltimprov.go.id, terungkap kapasitas aliran air dari bendungan 4.550 liter per detik. Terdapat kebutuhan internal untuk industri PT ITCI KU hanya sekitar 600 liter per detik. Ada sisa hampir 4.000 liter yang bisa digunakan untuk keperluan lain.

Selain itu, PT ITCI KU akan membangun industri berbagai bidang khususnya konsep rehabilitasi hutan yang sudah rusak dengan program tumpang sari, serta mengelola bekas kayu untuk dijadikan sumber energi terbarukan serta pembuatan danau buatan yang airnya nanti bisa disuplai ke beberapa kabupaten/kota.

Yaitu PPU, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Samarinda. Gubernur Isran Noor ketika itu siap membantu mewujudkan berbagai program pembangunan yang akan dilaksanakan oleh PT ITCI KU. Apalagi ada program pengembalian kawasan hutan tropis dengan berbagai jenis tanaman untuk mengembalikan hijaunya Kaltim.

“Oleh karena itu, saya kira tidak ada pilihan lain bagi kami selain mendukung program-program yang baik ini. Terutama rencana pembuatan bendungan. Itu penting bagi kehidupan, silakan dilanjutkan pembangunannya,” kata Isran. (ari/kri/k16)