SEJAK kegagalan di final Euro 2016, entraineur Prancis Didier Deschamps mulai memberikan kesempatan lebih besar kepada N’Golo Kante sebagai starter. Kante yang baru saja membawa Leicester City meraih juara Premier League 2015—2016 itu menjadi jawaban pencarian Les Bleus terhadap sosok gelandang bertahan.

Puncaknya adalah di Piala Dunia 2018. Koneksi Kante dan Paul Pogba mengantarkan Les Bleus memenangi Piala Dunia untuk kali kedua setelah edisi 1998. Kala itu, Les Bleus memiliki Deschamps sebagai gelandang bertahan jempolan.

Gelandang bertahan jempolan artinya bukan hanya bertugas sebagai perebut bola atau melakukan ”pekerjaan kotor” lainnya. Melainkan juga bisa mengirim bola. Usai Euro 2020, Kante yang telah berusia 30 tahun membutuhkan pelapis atau calon suksesor.

Seiring Kante absen di UEFA Nations League Finals 2021 lantaran terpapar Covid-19, Deschamps pun memiliki kesempatan mencari pengganti pemain Chelsea tersebut. Dan, pilihan Deschamps jatuh kepada gelandang 21 tahun asal AS Monaco Aurelien Tchouameni.

Performa Tchouameni yang tampil dalam 42 laga bersama AS Monaco sepanjang musim lalu sangat mengesankan Deschamps. ”Dia masih muda dan telah mendapatkan kepercayaan besar dari klubnya yang kemudian dia mampu menjawabnya, maka itu sungguh luar biasa,” tutur Deschamps tentang pemain yang sudah tiga kali mendapatkan caps tersebut.

Memiliki postur 187 sentimeter, Tchouameni dianggap mirip dengan mantan gelandang bertahan Prancis, Patrick Vieira. Selain aspek bertahan, kemampuan operan Tchouameni di atas rata-rata. Musim ini, dia sudah melepaskan 474 operan dengan 417 di antaranya sukses. ”(Tchouameni) lebih mirip perpaduan antara Kante dan Pogba,” tulis Canal+.

Selain Tchouameni, Les Bleus sejatinya juga memiliki calon gelandang bertahan bertalenta di masa mendatang. Yaitu Eduardo Camavinga, rekrutan baru Real Madrid. Usianya masih 18 tahun. Camavinga juga sudah tiga kali dimainkan oleh Deschamps. Termasuk saat mencatat rekor sebagai pemain termuda Les Bleus sejak 1914 kala tampil dalam UEFA Nations League setahun lalu.

Kabarnya, Deschamps tertarik memakai jasa Camavinga di UEFA Nations League Finals. Hanya, seiring sudah tampil membela Prancis U-23 dalam Olimpiade Tokyo musim panas lalu, Deschamps disarankan untuk tidak memaksakan pemanggilan Camavinga.

Terlebih, Camavinga juga dalam proses adaptasi bersama Real. Performanya di Real lumayan dengan statistik 7 laga dan telah mencetak 1 gol. (io/dns)