MERAUKE–Keran medali Kaltim yang mengucurkan emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua kian deras. Setelah catur yang mempersembahkan medali emas pada Selasa (5/10), sehari kemudian giliran dua cabang olahraga (cabor) yang menunjukkan andil.

Adalah anggar dan layar yang tampil impresif kemarin (6/10). Dari anggar, Benua Etam mendapat tambahan dua medali, masing-masing emas dan perak. Itu didapat dari performa duo sable putri Gaby Novita dan Ima Safitri yang menciptakan All Kaltim Final. Gaby memenangi duel tersebut hingga berhak dikalungi medali emas.

“Alhamdulillah kami ucapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah meridai perjuangan atlet. Sehingga memperoleh prestasi hari ini (kemarin). Medali ini juga kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kaltim yang selalu mendoakan kontingen Kaltim selama berjuang di arena,” ungkap Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Kaltim Muslimin.

All Kaltim Final juga menurutnya menjadi sangat spesial, karena itu menjadi yang pertama kalinya didapati Kaltim sepanjang pelaksanaan PON. “Sable putri memang andalan kita. Di (PON XIX/2016) Jabar, kita hanya mendapat perak. Alhamdulillah kini ada peningkatan,” jelas dia.

Muslimin sangat yakin medali emas itu bukan yang terakhir dari anggar. Sebab, setelah ini, mereka akan melakoni nomor beregu yang menjadi andalan mereka. “Harapan besar medali emas akan bertambah satu sampai dua untuk tiga hari ke depan, karena masih menyisakan kategori beregu baik putra maupun putri,” ucapnya.

Adapun pelatih anggar Kaltim Jainuddin mengatakan, capaian beruntun itu diharapkan bisa mengerek semangat atlet lain. “Kami masih punya peluang di beberapa nomor. Akan kami upayakan itu bisa berbuah medali emas,” tegas dia.

Kabar baik lainnya datang dari cabor layar. Layar berhasil menyumbang dua medali emas pada race terakhir yang digelar di Pantai Hamadi, Jayapura, Rabu (6/10). Medali emas itu disumbangkan oleh Riski Rahmadani dan Nugi Triwira yang bertanding di kelas Internasional 420 Putra. Kemudian Abdul Sugianto dan Rahmat Aidil Pratama yang bertanding di kelas Internasional 470 Putra. Selain dua emas, layar juga meraih satu perak dan satu perunggu.

Atas raihan tiga medali emas tersebut, Kaltim kini naik enam peringkat dari posisi 14 ke posisi sembilan klasemen sementara perolehan medali PON XX Papua 2021.

Keberhasilan layar sejatinya sudah diprediksi sejak awal. Sebab di PON Papua ini layar menargetkan tujuh medali emas. Dua emas sudah aman, kini layar Kaltim tengah bersiap menghadapi nomor putri yang akan mulai dipertandingkan hari ini.

Ditemui Kaltim Post selepas upacara penghormatan pemenang (UPP) kemarin, Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltim Teddy Nanang Abay mengatakan, sejatinya layar Kaltim bisa meraih tiga emas di race putra. Namun, salah satu atlet andalan Kaltim, Regi, sedikit mengalami permasalahan nonteknis.

“Regi sebenarnya andalan kita, tapi ada masalah sedikit sehingga dia kurang maksimal saat berlayar. Akhirnya Regi hanya bisa finis di posisi tiga alias hanya mendapat perunggu,” terang Teddy.

Meski demikian, Teddy tetap memberikan apresiasi tinggi kepada atletnya yang sudah berjuang keras selama race berjalan tiga hari. Dia berharap, atlet putri bisa tampil lebih baik setelah melihat keberhasilan dua nomor putra yang mendapat medali emas.

“Kans di nomor putri ini lebih besar karena kita punya atlet kelasnya udah bagus di nasional bahkan internasional. Semoga angin di Pantai Hamadi bisa bersahabat dengan atlet kita yang terbiasa main di angin rendah dan sedang,” pungkas Teddy. (don/rom/k8)