Sekitar 70 personel Satpol PP dikerahkan menertibkan puluhan pedagang kaki lima (PKL) liar di seputar Jalan Jelawat, Jalan Pesut, dan Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (4/10).

 

SAMARINDA–Upaya itu merupakan langkah penataan mengingat kawasan tersebut tampak kumuh, serta menyebabkan kemacetan dari pagi hingga siang lantaran mereka berjualan di tempat yang tidak dibolehkan.

Kabid Ketenteraman Masyarakat dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda Ismail menuturkan, dalam aksi penertiban kemarin (4/10), pihaknya menyita puluhan barang-barang mulai meja, kursi, tenda, hingga aneka bahan jualan.

Bahwa sebelum aksi penertiban, tim gabungan sudah melakukan sosialisasi persuasif kepada para pedagang, serta mengingatkan agar tidak lagi berjualan di tepi jalan. “Minggu (3/10), kami juga sudah mendatangi lokasi untuk mengingatkan mereka. Tetapi saat aksi penegakan kemarin ternyata masih banyak yang bandel. Tentu kami angkut. Jumlahnya sekitar dua truk,” ucapnya, Senin.

Ismail menegaskan, hingga seminggu ke depan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perdagangan (Disdag), serta Pemerintah Kecamatan Samarinda Ilir dan Kelurahan Sungai Dama rutin berjaga mengawasi jalan-jalan tersebut. Satu tenda semipermanen sudah disiapkan sebagai posko tim terpadu, tepat di sisi Jembatan II arah menuju Jalan Jelawat. “Selanjutnya penertiban di kawasan bersifat rutin, dimulai pukul 07.00 Wita. Nantinya petugas tidak perlu surat perintah lagi untuk penertiban. Karena sudah pernah dilakukan berkali-kali namun tidak ada efeknya,” ucap dia.

Dia menambahkan, sesuai arahan Wali Kota Samarinda Andi Harun, kawasan itu harus bersih dari PKL liar. Apalagi tim Disdag Samarinda sudah menyiapkan sekitar 90 lapak siap pakai di kawasan Pasar Sungai Dama yang bisa digunakan tanpa biaya sewa, cukup membayar retribusi harian dan kebersihan saja.

“Kami fokus menyelesaikan titik itu dulu. Dengan penjagaan rutin, harapannya PKL juga jenuh untuk berjualan di tepi jalan. Kini penertiban yang kami lakukan juga bukan tanpa solusi, karena sudah disiapkan lokasi baru yang lebih layak,” ucapnya. (dns/dra/k8)