Dalam dua hari terakhir, kembali muncul isu penculik anak bergentayangan mencari mangsa.


Foto sepasang pria dan wanita yang dituduh sebagai penculik dan poster pengumuman dari kepolisian, viral setelah menghiasi sejumlah dinding grup media sosial Facebook. Dari penelusuran, poster pengumuman itu berlogo Binmas dan Polda Jawa Barat, dengan isi:
'Waspada ada penculik anak-anak yang berumur 1-12 tahun. Bapak-bapak ibu-ibu harus menjaga anak kita dengan hati-hati. Penculik sedang ada dalam kampung-kampung dan dia menyamar sebagai penjual, om tolelot, orang gila, ibu hamil, pengemis, dll. Tolong disebarkan terima kasih.'

Dalam sejumlah unggahan di beberapa grup FB, poster pengumuman itu dirangkai jadi satu dengan capture pesan (chat)  menampilkan foto seorang pria dan wanita. Foto itu diberi keterangan: 'Ini 2 orang di bawah.. Kabarnya orang malaysia yg culik anak buat di ambil organ tubuhnya.. Katanya 2 orang ini sudah masuk ke indonesia.. Jadi yang punya anak kecil hati2 buat jaga anak2 nya.'

Menanggapi viralnya informasi tersebut, sebenarnya pada 2018 lalu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya yang saat itu dijabat AKBP Sudamiran memastikan bahwa info yang tersebar di medsos (media sosial) tentang penculik anak itu, tidak benar. "Informasi itu tidak benar. Itu hoax," tegasnya.

Sudamiran juga meminta masyarakat agar tidak mudah percaya dan menelan begitu semua informasi yang muncul di medsos.
Sebab dunia medsos perlu disaring agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi-informasi yang tidak akurat. Jika penasaran dengan informasi di medsos, masyarakat bisa menanyakan ke semua pihak yang terkait.

"Misalnya soal isu penculik ini. Kalau masyarakat penasaran, harusnya tanya dulu ke kepolisian terdekat. Jadi bisa mendapat informasi akurat. Sehingga masyarakat tidak ikut menyebar informasi yang justru belum jelas kebenarannya," pungkas Sudamiran. (Kominfo/rdh)