Permintaan Masyarakat Mulai Meningkat, Inflasi Kaltim September 2021 Terkendali

 

SAMARINDA - Pada September 2021, Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami inflasi setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada September 2021 tercatat mengalami inflasi sebesar 2,146 (mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,17 persen (mtm). 

"Secara tahunan, inflsi IHK September 2021 tercatat sebesar 1,68 persen (yoy) atau inflasi secara Lahun kalender tertatat sebesar 1,24 persen (ytd). Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi September 2021 utamanya bersumber dari kenaikan harga pada xelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok pakaian dan alasalas kaki," jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Tutuk SH Cahyono, Jumat (1/10/2021). 

Tutuk menambahkan mulai melandainya penyebaran COVID-19 seiring dengan gencarnya vaksinasi di Kaltim menjadi pendorong peningkatan permintaan masyarakat. 

"Vaksinasi di Kaltim mengalami akselerasi pada satu bulan terakhir yang menjadikan Kaltim sebagai sepuluh besar Provinsi dengan persentase vaksinasi tertinggi yang secara langsung merdorong percaya diri dan optimisme masyarakat maupun dunia usaha untuk kembali melakukan aktivitas terutama di bidang usaha kuliner setelah pada bulan sebelumnya dilakukan pembatasan yang cukup ketat," jelas Tutuk. 

Optimisme masyarakat maupun dunia usaha untuk kembali aktifitas utama tersebut tercermin dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,50 (mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,92 persen (mtm). 

Berdasarkan komoditasnya, komoditas bayam dan daging ayam ras menjad penyumbang inflasi ulama Kaltim di bulan ini yang masing-masing tercatat menyalami kenaikan setesar 31,62 persen (mtm) dan 3,31 persen (mtm) dan memilliki andil total 0,12 persen (mtm). 

Selain kelompok makanan, kelompok pakaian dan alas kaki juga kembali mengalami kenaikan harga seiring dengan pelonggaran kebijakan PPKM di beberapa wialyah Kaltim. 

Kelompok pakaian dan alas kaki tercatat mengalami inflasi sebesar 0,87 persen (mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,25 persen (mtm). Peningkatan didorong oleh telah beroprasinya pusat-pusat perbelanjaan di Kaltim terutama di wilayah yang level PPKM nya mengalami penurunan. (myn)