Meski pandemi masih mendera, namun usaha untuk bertahan khususnya bagi pengusaha kecil menengah, terus dilakukan. Kreativitas dan penerapan protokol kesehatan menjadi kunci. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim pun mendorong pelaku UMKM untuk terus berjuang bertahan dan berkembang, termasuk diantaranya menggaet anak muda.

 

Ketua Dekranasda Kaltim Hj  Norbaiti Isran Noor mengaku gembira saat ini telah lahir banyak generasi muda Kaltim yang menjadi  perajin produk kreatif. Meskipun pandemi sudah hampir 2 tahun menerpa Indonesia. Kata dia, ketertarikan generasi muda untuk menjadi perajin akan semakin memperkaya kreativitas berbagai produk kerajinan asal Kaltim.

"Perajin sekarang bukan hanya yang tua-tua. Yang muda-muda banyak. Saya sangat gembira. Artinya berbagai produk kerajinan kita akan tetap lestari dan lebih kreatif," kata Norbaiti pada penyerahan piala dan penghargaan Dekranasda Kaltim Award 2021 dan Cerita Wastra Kaltim di Atrium Big Mall Samarinda, (25/9) lalu.

Terpenting kata Norbaiti, para pemenang terus dibantu untuk mempromosikan hasil-hasil karya mereka.  "Jadi tidak berarti setelah juara lalu selesai. Produk-produk juara itu harus dapat dibantu dipasarkan, baik di dalam  maupun luar negeri  atau ekspor," tambah istri dari Gubernur Kaltim Isran Noor ini. Ia juga berharap perajin harus dapat selalu menjaga kualitasnya dan kontinuitas produk. 

Dia juga mengingatkan agar para perajin lebih jeli memanfaatkan e-katalog  agar dapat  melakukan transaksi digital, bekerja sama dengan Bank Indonesia dan perbankan. Istri Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor ini juga berpesan agar Dekranasda di semua kabupaten dan kota harus mampu menjadi pengayom bagi semua perajin di daerah agar karya seni budaya Kaltim tetap lestari dan bisa menghasilkan pendapatan bagi masyarakat.

Untuk diketahui, tahun 2021 ini ada tiga kategori yang dilombakan yakni kategori motif batik yang dimenangi oleh Batik Tulis Motif Penyu Pandubara dari Mohammad Shodik (Dekranasda Kabupaten Berau). Kategori Serat Alam juaranya Dekor Miniatur Ulap Doyo dari Batik Tenun Vi Ida R dari Dekranasda Kota Balikpapan. Dan kategori Kayu dimenangkan oleh Tempat Alquran dari Picaso Mandiri Borneo dari Dekranasda Kota Balikpapan. Sedangkan untuk Lomba Cerita Wastra Kaltim diikuti 120  peserta dari semua daerah di Kaltim dan dimenangi oleh peserta dari Kota Bontang. 

Pujian juga dilontarkan oleh istri Wakil Gubernur Kaltim yang juga Wakil Ketua Dekranasda Kaltim Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi. Menurutnya berbagai karya kerajinan Kaltim tidak kalah menarik dari produk-produk provinsi lain. Harga jualnya pun lebih terjangkau. "Tadi saya sudah melihat, ternyata hasil karya lokal kita, tidak kalah dengan perajin luar. Bagus-bagus di sini," kata Erni Makmur, yang juga sempat membawa pulang satu tudung nasi berbahan anyaman rotan. 

Ia membeberkan, satu set kursi dan meja rotan misalnya, dijual dengan harga Rp 2 juta. Produk kerajinan lainnya juga dijual dengan harga terjangkau. Istri Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi ini memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kaltim, khususnya melalui UPTD Pelatihan Koperasi yang terus berinovasi membimbing dan memberikan pelatihan bagi masyarakat, para ibu rumah tangga dan juga pelaku UMKM. Baik menggunakan dana APBD, APBN maupun CSR. 

Dia berharap agar pemerintah kabupaten dan kota juga mengambil inisiatif yang sama agar UMKM di daerah bisa tetap bersemangat dan terus melahirkan karya-karya yang inovatif.  "Bisa juga berkolaborasi dengan UPTD Pelatihan Koperasi, karena di sini pasti akan difasilitasi dengan sarana dan prasarana, juga narasumber yang bersertifikat nasional," pesan Erni. 

Bukan hanya pelatihan membuat anyaman dan mebeler, UPTD Pelatihan Koperasi juga menyiapkan pelatihan pembuatan produk makanan berkualitas, termasuk bagaimana membuat kemasan yang menarik dan aman. Sosok yang selalu tampil ramah dan murah senyum ini juga berharap agar UMKM dan para ibu rumah tangga yang sudah dilatih nantinya dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam praktik di tempat usaha masing-masing. "UMKM yang bisa bertahan di tengah pandemi ini adalah yang tetap kreatif dan terus berinovasi," kata Wakil Ketua I TP PKK Kaltim itu. 

Dilain tempat, Gubernur Isran Noor Pemprov Kaltim terus mendukung masyarakat dalam bekerja dan berkarya menggali semua potensi dan kemampuan yang ada untuk membangkitkan dan melakukan percepatan pemulihan ekonomi. "Saya berharap tahun depan bisa lebih meriah lagi dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi, baik dari kalangan pemerintah maupun swasta, bahkan partisipasi perajin dari setiap daerah," kata gubernur.

Isran  mengungkapkan apa yang ditampilkan dalam Kaltim Expo 2021 menggambarkan pembangunan di Kaltim saat ini semakin maju dan terus berkembang dan pada gilirannya nanti seluruh masyarakat akan menikmati hasil-hasil pembangunan, kemakmuran dan kesejahteraan. “Di samping itu juga kita memberikan kesempatan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menggiatkan usahanya guna menggerakkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif di Kaltim,” tandasnya.

Isran  menambahkan, pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten kota agar melakukan terobosan, dengan menciptakan karya dan inovasi-inovasi baru yang dapat mendukung bangkitnya perekonomian masyarakat. Utamanya dalam menarik penanaman investasi, baik dari dalam  (PMDN) maupun luar negeri (PMA) dan pengembangan sektor UMKM agar mampu bertahan dan berkompetisi di tengah krisis dan persaingan ekonomi global. "Tantangan dan masalah yang dihadapi dalam meningkatkan dan mengembangkan perekonomian daerah, tentunya tidak kecil. Untuk itu, prestasi dan kemajuan yang dicapai selama ini hendaknya terus dipertahankan dan ditingkatkan," tutup Isran Noor. (pro)