Striker Atletico Madrid Luis Suarez musim lalu menunjukkan bahwa pelatih FC Barcelona Ronald Koeman telah salah menyingkirkannya. Itu seiring suksesnya Suarez membawa Atletico memenangi La Liga 2020–2021. Tapi, Suarez belum bisa menunjukkan langsung di depan Koeman.

Setelah masih absen ketika Atletico menang 1-0 di Wanda Metropolitano (22/11/2020), Suarez bersama Los Colchoneros harus puas dengan skor kacamata dalam pertemuan di Camp Nou (9/5). Jornada kedelapan La Liga musim ini di Wanda dini hari nanti (

siaran langsung beIN Sports 1 pukul 02.00 WIB
) sejatinya memberikan kesempatan bagus bagi Suarez.

Bukan hanya karena Atletico bermain kandang. Melainkan juga Barca datang dalam kondisi buruk. Barca baru kalah kali kedua di Liga Champions dengan statistik memalukan (tidak bisa mencetak gol, bahkan tanpa tembakan tepat sasaran) sehingga menyudutkan posisi Koeman.

Sayang, Koeman bakal absen di bangku cadangan Barca lantaran menjalani skors kedua (terakhir) akibat kartu merah lawan Cadiz CF (24/9). Pelatih Belanda berjuluk Tintin itu sudah menjalani skors pertama saat Barca mengalahkan Levante 3-0 di Camp Nou (26/9).

Barca sebenarnya memiliki hak untuk banding atas sanksi yang diterima Koeman. Pada kenyataannya, hal itu tidak dilakukan. Seolah menguatkan asumsi bahwa Tintin memang tidak lagi dibutuhkan untuk mendampingi Sergio Busquets dkk.

Diario AS malah sudah mengklaim bahwa Presiden Barca Joan Laporta telah memutuskan untuk mengakhiri kontrak Koeman dengan konsekuensi membayar kompensasi EUR 12 juta (Rp 199 miliar). Nominal yang tidak murah bagi klub yang terbelit masalah keuangan serius.

Lantas, kapan Koeman dipecat? Barca beruntung karena setelah laga melawan Atletico, kompetisi bakal rehat selama dua pekan lantaran agenda internasional. Itu memberikan banyak waktu bagi Barca untuk mendapatkan pelatih pengganti Koeman. Sebab, Xavi Hernandez (Al Sadd SC) dan Roberto Martinez (timnas Belgia) yang jadi favorit belakangan disebut sulit untuk datang.

Xavi diklaim tidak yakin bisa membenahi tim ketika musim sedang berjalan, sedangkan Martinez telah membantah adanya pendekatan dari Barca. ”Saya memang berteman dengan Jordi Cruijff (penasihat olahraga Barca, Red). Tapi, pembicaraan kami sejauh ini tidak ada yang terkait dengan pekerjaan,” beber Martinez kepada Mundo Deportivo.

Opsi-opsi lain seperti Antonio Conte, Andrea Pirlo, dan Marcelo Gallardo juga sulit terealisasi. Secara teknis, Conte yang identik dengan taktik 3-5-2 tidak cocok dengan filosofi permainan Barca (4-3-3).

Pirlo masih newbie, sedangkan Gallardo sebagaimana dilansir RAC1 telah menolak karena menghargai kontraknya di River Plate. Gallardo sudah tujuh tahun menangani klub top Argentina tersebut. (jpc)