TIMIKA-Meski hanya menurunkan tiga atlet, kontingen judo Kaltim sukses merebut satu medali pada PON XX Papua 2021. Adalah Yaumil Aqsharini, yang jadi penyelamat Kaltim lewat perunggu kelas di bawah 52 kg putri. Yaumil sukses merebut perunggu setelah menuntaskan perlawanan pejudo asal Bali, Rabu (27/9).

Jika dibandingkan PON edisi sebelumnya, prestasi Yaumil memang bisa disebut sedikit menurun lantaran baru saja melahirkan.

Di samping itu, persiapannya memang kurang maksimal lantaran terkendala pandemi Covid-19."Iya persiapan kemarin memang tidak lama, ditambah saya juga baru melahirkan," kata dia di GSG Eme Neme, Timika.

Kendati gagal menyamai raihan PON edisi sebelumnya, Yaumil tetap bersyukur. "Alhamdulillah saya masih bisa mempersembahkan medali perunggu dalam kondisi seperti ini. Saya juga ucapkan terima kasih atas dukungan nasyarakat Kaltim," ujar dia.

Sejatinya, Kaltim berpeluang menambah medali dari kelas di atas 100 Kg putra, Jum'at (1/10). Sayang, pada perebutan tempat ketiga, Eko Haryono kalah dari wakil Bali.

Meski tak sesuai target dan hanya merebut satu perunggu pada PON kali ini, manajer judo Kaltim Lugito Budi mengku puas dengan capaian atletnya. 

"Awalnya memang target kita masing-masing atlet  mampu membawa medali, tapi memang banyak kendala selama persiapan, termasuk pandemi Covid-19," kata Lugito.

Lugito menyebut, Bali jadi pesaing paling kuat pada cabor judo, selain DKI dan Jabar.

Lepasnya target perolehan medali, juga tak lepas dari cideranya atlet andalan Melia Kubus. "Kubus kita proyeksikan bisa memperoleh emas, tapi dia cidera," katanya.

Korwil Mimika Sarwono tetap mengapresiasi hasil yang kontingen judo Kaltim.

"Mereka hanya membawa tiga atlet, satu atlet andalannya cidera dan tetap mampu meraih perunggu. Ini tetap harus kita apresiasi," kata Sarwono. (hul)