Prokal.co, Tenggarong – Suwondo, pebudidaya lebah trigona atau biasa disebut lebah kelulut, mengawali upayanya sejak tahun 2012 lalu. Kini sudah mencicipi manisnya dari upaya gigihnya tersebut. Madu kelulut selain memiliki khasiat untuk kesehatan, juga bernilai ekonomis yang cukup tinggi.

Pasalnya, untuk per mili liternya (ml) saja , madu lebah non sengat itu dibandrol seharga Rp 1000. Pada musim bunga, perkoloni atau kotak sarang bisa menproduksi 500 ml hingga 1 l madu perbulan. Saat ini, dirinya sudah memiliki sebanyak 150 koloni.

Selain itu, Suwando yang juga sekretaris desa (sekdes) Bhuana Jaya, Tenggarong Seberang itu mampu mengedukasi masyarakat sekitar, hingga membangun komunitas yang terus berkembang disejumlah wilayah.

Sejak merintis upaya tersebut, Ia juga turut dibantu oleh pihak perusahaan Bukit Baiduri Energi (BBE) grup, yaitu PT Khotai Makmur Insan Abadi (KMIA) melalui program bimbingan dan pelatihan. Hingga meraih penghargaan terbaik 2 pada ajang level Nasional yaitu, Indonesia Sustainable Development Goals Awards (ISDA) 2021 kategori perorangan sebagai Local Hero, yang digelar Corporate Forum for CSR Development (CFCD) bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Kemenko Perekonomian RI.

Direktur CSR BBE grup Muliawan Gunawan mengatakan, hal tersebut merupakan sebuah penghargaan bergengsi, diikuti 73 perusahaan dengan 210 program se-Indonesia dan standar penilaian tinggi. “Kita bersyukur atas penghargaan ini, pak Suwondo sebagai local hero yang bisa mengembangkan sesuatu bagi masyarakat setempat, komunitas baik di Kaltim dan luar daerah, ini sangat membanggakan” ucapnya saat menyambangi kediaman Suwando, Kamis (30/9).

Selain itu diajang yang sama BBE grup juga menyabet penghargaan Platinum melalui program pemberdayaan komunitas petani di lahan tambang. Artinya 2 penghargaan sekaligus mampu diraih perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Kukar itu.

Suwondo tak menyangka akan dianugerahi sebagai pahlawan lokal, sebab niatannya sejak awal adalah pemanfaatan SDA, hingga mendatangkan manfaat bagi orang lain. “Awalnya terinspirasi dari tayangan video, kemudian mulai merintis dan dibantu melalui program pelatihan dari PT KMIA, saya sangat bersyukur sekali” ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kukar Firnadi Ikhsan mengapresiasi capaian tersebut, menurutnya sudah sepatutnya keberadaan perusahaan ditengah masyarakat patut  memberikan dampak positif pula bagi masyarakat. “Itu suatu respon sosial yang seharusnya dilakukan atas kehadiran perusahaan ditengah lingkungan masyarakat” pungkasnya. (Adv/RH)