SAMARINDA–Zubaer masih terjaga jelang tengah malam. Meski 15 menit lagi hari sudah berganti, matanya belum bisa terpejam untuk istirahat. Padahal, biasanya jarang tidur terlalu larut.

Tak ada yang mengira datangnya musibah si jago merah di Jalan KS Tubun, Gang Jabal Noor 2, RT 9, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, malam itu. Namun, telinga laki-laki berusia 51 tahun itu benar-benar jeli. Langkahnya langsung mendekat ke jendela. Dia terkejut begitu melihat api kecil muncul dari sela-sela rumah Marsiem, yang tak bukan adalah orangtuanya (mertua). “Enggak ada pikir-pikir lagi dah, langsung lari keluar. Karena posisi gelap, belum banyak orang tahu,” ungkapnya. Zubaer bergegas keluar rumahnya yang tepat di sebelah kediamannya.

Pria bertubuh gempal itu lantas berusaha mencari pertolongan. Meski banyak warga sudah terlelap tidur, warga sekitar yang masih terbangun berusaha membantu. Menyiram dengan air menggunakan alat seadanya. Nahas, rumah orangtuanya yang merupakan istri dari purnawirawan TNI (warakawuri) dengan material kayu, membuat api dengan menjalar ke bangunan lainnya.

“Kecil awalnya (api), karena secara keseluruhan memang bangunan kayu, makanya api cepat menjalar, warga sini juga langsung cari bantuan pemadam,” sambung Zubaer. Minimnya titik air, membuat kepanikan warga semakin menjadi. Kawasan tersebut merupakan daerah permukiman padat.

Di jalan, sirene truk pemadam kebakaran memecah keheningan malam. Dari petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar), dan relawan, berusaha sampai ke lokasi kejadian. “Titik api kan ada sedikit menanjak, makanya kendaraan tetap di bawah, jadi selang disambung. Ada yang bertugas menyemprot ke titik api, ada juga yang nge-blok (memutus api menyebar),” ungkap Humas Disdamkar Samarinda Heri Suhendra. “Memang sulitnya titik suplai air, tapi alhamdulillah tidak berlangsung lama, sekitar 30–40 menit. Karena bangunan dari kayu, makanya cepat habis,” tambahnya.

Pihaknya enggan berspekulasi perihal penyebab kebakaran yang terjadi. “Biar rekan kepolisian, kalau dari catatan, ada dua rumah tunggal beserta tiga kamar indekos yang habis terbakar,” ungkap Heri.

Kembali ke Zubaer, beruntung orangtuanya beserta keluarga yang lain bergegas menyelamatkan diri. “Almarhum orangtua yang laki purnawirawan TNI angkatan darat. Sama saudara (ipar) polisi juga tinggal di situ,” jelasnya. Sementara itu, dugaan Zubaer, instalasi listrik adalah sumber dari musibah tersebut. “Kan rumah lama, Mas. Dan yang saya lihat itu memang dari kabel. Instalasinya itu enggak pernah berubah, kemungkinan besar karena korsleting listrik,” kuncinya. (dra/k8)