SENDAWAR–Pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) yang dijadwal akan dimulai awal Oktober mendatang, terancam terhambat. Ini karena kurangnya ketersediaan sarana-prasarana sekolah, sehingga mengharuskan pelaksanaan ANBK secara bergilir.

Salah satu sekolah yang minim fasilitas itu yakni, SMP 4 Ngenyan Asa. Meski persiapan lainnya sudah dilakukan agar pelaksanaan ANBK ini berjalan lancar. Sebab, metode ujian ini akan menggantikan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

"Seluruh persiapan sudah dilakukan. Baik itu kesiapan dari sarana komputer dan lainnya hingga simulasi serta geladinya. Cuma, ANBK di Kubar ini masih dilakukan bergilir. Sebab, ada beberapa sekolah yang belum ataupun kekurangan sarana dan prasarana ini," kata Kepala SMP 4 Ngenyan Asa Daniel Dano, belum lama ini.

Sementara itu, sekolah yang dinyatakan memenuhi standar pelaksanaan ANBK kini telah mematangkan persiapan melalui pelatihan khusus. Bahkan, kata Daniel, sekolahnya dipilih sebagai salah satu sekolah yang menampung pelaksanaan ANBK untuk sekolah lainnya.

"Ada dari SMP 2 Geleo dan beberapa SD yang memang belum terlengkapi dengan fasilitas memadai untuk pelaksanaan ANBK," terang Daniel.

Sementara untuk tingkat SMP, pelaksanaan ANBK ini nantinya dilaksanakan oleh SMP 4 dahulu sebelum akhirnya SMP 2 pada hari berikutnya. Kemudian untuk tingkat SD, pihak SMP 4 juga menampung sekitar 6 SD yang jadwal pelaksanaannya masih tahap penyusunan.

"Jadi kita juga menampung para peserta dari sekolah lain. Karena sarana komputer yang masih kurang di tiap sekolah dan kendala lainnya terkait jaringan. Sebab, banyak wilayah di Kubar ini yang jaringan internetnya juga tidak ter-back up maksimal. Ditambah saat ini juga kondisi jaringan di Kubar sering mengalami gangguan. Namun untuk pelaksanaan nanti, semoga saja jaringannya bisa bersahabat," katanya. (rud/far/k8)