JAKARTA – BRI Liga 1 musim 2021–2022 menjadi panggung bagi para pemain muda. Dua kali sudah tercatat rekor pemain muda yang tampil di Liga 1 pecah. Pertama, Ronaldo Kwateh saat tampil membela Madura United di pekan pertama melawan Persikabo 1973. Saat itu, usianya 16 tahun 10 bulan 15 hari.

Terbaru, penggawa Persija Jakarta Donny Tri Pamungkas yang memecahkan rekor. Saat Persija Jakarta menjamu Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (28/9), Donny tampil pada menit ke-77 menggantikan Osvaldo Haay. Donny masuk ke lapangan dengan umur 16 tahun 8 bulan 17 hari.

Donny sangat berterima kasih kepada pelatih Angelo Alessio yang memberinya kesempatan untuk tampil di Liga 1. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan baginya. Meski kelahiran Boyolali, Donny sangat menggemari Persija. Dia pernah coret-coret terkait mimpinya untuk bermain membela Persija. ’’Kesempatan yang sudah diberikan ini adalah momen yang sangat berharga dalam karier saya,’’ tuturnya.

Terkait menjadi pemain termuda yang pernah tampil di Liga 1, pemain binaan SSB Bina Taruna itu tak terlalu memikirkan. Bagi dia, label tersebut hanyalah status. ’’Yang terpenting bagi saya adalah harus bisa memberikan kontribusi untuk Persija di musim ini,” ungkapnya.

Sejak belia, Donny akrab dengan sepak bola. Maklum, dia adalah adik kandung mantan penggawa Pelita Jaya dan timnas Indonesia U-23 Joko Sasongko.

Suko Wibowo selaku relawan pengurus Akademi Bina Taruna, Jakarta, menceritakan, Donny sejak kelas III SD pada 2014 sudah masuk SSB Pandanaran, Boyolali. Setelahnya, Donny berkarier di berbagai SSB. Seperti Imran Soccer Academy/Gunung Putri Bogor (2016), R2 Solo dan Astam Tangerang (2017), hingga Bina Taruna (2018–2021). ’’Masuk ke Persija Elite Pro Academy 2021. Promosi menuju tim utama senior September 2021,’’ ujarnya.

Pria yang akrab disapa Bowo itu menuturkan, semangat Donny untuk belajar patut diacungi jempol. Sebab, dia merantau sejak lulus SD. ’’SMP kelas dua sudah pindah ke SMP Vila Mas, Jakarta. Nginap gratis di mes Stadion Bea Cukai Rawamangun, markas Bina Taruna,’’ ungkapnya.

Selain itu, Donny berbeda dengan pemain lainnya dengan terbiasa kidal dan punya inteligensi lumayan bagus. Tapi, masih banyak kekurangan yang dianggapnya perlu dibenahi. ’’Tinggi dan berat badan belum ideal. Maklum, anak perjuangan. Mulai 2018 dijadikan anak asuh gotong royong Bina Taruna,’’ ucapnya. Lantaran saat ini di Persija, Donny yang duduk di bangku kelas VIII menyiapkan sekolah dekat mes Persija di Sawangan.

Sementara itu, bagi Persija, pemain asal Boyolali itu merupakan pemain ketujuh yang diberi jatah debut di musim ini. Sebelumnya, ada Alfriyanto Nico Saputro, Radzky Syawal Ginting, Ilham Rio Fahmi, Raka Cahyana Rizky, Muhammad Salman Alfarid, dan Muhammad Ferarri.

Alessio cukup puas dengan penampilan anak asuhnya seperti Donny. Terlebih, setiap pemain mengikuti instruksi dan sarannya. Namun, dia menyadari Donny masih butuh banyak jam terbang untuk mengasah kemampuan olah bolanya. Jika terus mendapatkan kesempatan, bukan tidak mungkin Donny menjadi pemain yang sangat mumpuni.

Sementara itu, Ronaldo Kwateh sendiri tidak mempermasalahkan rekornya cepat diputuskan. ’’Ya menurut saya tidak ada masalah. Itu kesempatan bagi Donny dari Persija. Saya akan memacu diri saya sendiri untuk lebih baik dan mendengarkan kata pelatih,’’ tuturnya. (raf/c17/ali)