SAMARINDA–Kerja sama yang terjalin sekitar tujuh tahun sejak 2014, terkait pembangunan dan pengelolaan Pasar Kedondong di Jalan Ulin, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, antara pemkot dan pihak ketiga, telah habis masa berlakunya pada Juli 2021.

Terhitung 1 September lalu, atas hasil audit BPK, pemkot melalui Dinas Perdagangan (Disdag) telah memiliki wewenang melanjutkan pengelolaan. Terbaru, pengelola awal yakni PT Bahana Surya Sentosa (BSS) mengajukan permohonan untuk memperpanjang pengelolaan.

Kepala Disdag Samarinda Marnabas Patiroy menerangkan, sebelumnya permohonan dari PT BSS untuk perpanjangan pengelolaan sudah disampaikan ke Wali Kota Samarinda Andi Harun, sehingga ditindaklanjuti dengan rapat bersama, kemarin (29/9). Dari arahan wali kota, Marnabas menerangkan, sesuai aturan yang berlaku untuk usulan kerja sama pihak ketiga terkait pengelolaan aset, minimal peserta lelang, yakni tiga badan usaha. “Nantinya pemenang akan dibuatkan surat perjanjian kerja sama (SPKS),” ucapnya.

Selanjutnya, pihaknya diberi waktu enam bulan ke depan untuk mengelola pasar tersebut, mengingat sejak 1 September, pengelolaan Pasar Kedondong resmi diambil alih pemkot. Seiring waktu tersebut, Disdag akan menyusun regulasi terkait rencana kerja sama atau lelang bagi pihak-pihak yang berminat. “Kami akan kelola dulu, saat ini juga sudah berjalan. Yang pasti jika kerja sama terjalin, tentu diharapkan menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.

Sementara angka keterisian lapak dengan PKL saat ini hanya sekitar 229 lapak, dari total daya tampung sekitar 500 lapak. Untuk itu, pihaknya berencana menawarkan lapak yang kosong ke pedagang di sekitar, secara gratis, tinggal membayar retribusi harian senilai sekitar Rp 3 ribu per lapak. “Nanti kami siapkan aturan pengelolaannya, yang pasti kalau dikelola pemerintah tidak boleh diperjualbelikan, hanya retribusi,” terangnya.

Dia menambahkan, sisi positif dari pengelolaan pihak ketiga yakni pemkot tidak perlu repot menyiapkan sumber daya manusia (SDM). Karena berbagai hal dari pengelolaan, kebersihan, pengembangan hingga retribusi seluruhnya diurus pengelola. “Tugas kami lebih ringan,” kuncinya. (dns/dra/k8)