Anhar

 

“Pemprov Perlu Kaca Pembesar”

 

SAMARINDA–Pembangunan Rumah Sakit Korpri di Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan Samarinda Utara, kini dikebut Pemprov Kaltim. Meski tujuannya memenuhi pelayanan kesehatan masyarakat, nyatanya masih menimbulkan pertentangan dari berbagai pihak. Terlebih lokasinya berada di daerah resapan air yang sering digenangi banjir.

Anggota DPRD Samarinda Anhar menyoal pembangunan Pemprov Kaltim tersebut, lantaran dianggap tidak ideal memilih lokasi. Sebab, pembangunan rumah sakit senilai Rp 43,3 miliar itu seharusnya menyasar ke kawasan pinggiran.

Meski lokasinya berada di lahan milik Pemprov Kaltim, tetap saja sebuah pembangunan harusnya juga memerhatikan aspek kebutuhan masyarakat. “Pemprov itu perlu pakai kaca pembesar, pembangunan jangan menumpuk di kota,” ungkapnya, Rabu (29/9).

Politikus PDIP itu memberikan opsi, pembangunan rumah sakit seharusnya bisa diletakkan di kawasan Palaran. Tepatnya di samping stadion yang notabene juga lahan Pemprov Kaltim. Bukan hanya warga Samarinda akan ter-cover, namun sangat berguna untuk masyarakat Sangasanga, Kukar.

“Bangun di kota untuk apa, sudah banyak rumah sakit. Sedangkan di kawasan seberang baru RS IA Moeis,” sebutnya. Selain itu, Anhar menyebut, pembangunan RS Korpri justru bertentangan dengan rencana Pemkot Samarinda yang tengah getol menuntaskan permasalahan banjir. Menurut dia, membangun rumah sakit, Anhar lebih mengusulkan untuk membantu Pemkot Samarinda membangun polder di kawasan Sempaja. Sehingga hal itu lebih bernilai dan bermanfaat untuk masyarakat, di tengah keterbatasan APBD kota.

Dia berharap, Pemprov Kaltim juga bisa menghargai keinginan Pemkot Samarinda yang sedang berupaya dalam pengendalian banjir. “Misinya kan untuk pelayanan masyarakat, harusnya pemprov bisa melihat asas manfaatnya, bukan sekadar membangun di lahannya,” tutur dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda memastikan pembangunan RS Korpri itu terkonsep ramah banjir. Dengan model panggung, sehingga di bawah kolongnya bisa menampung air 1.700 meter kubik. “Sehingga bisa berfungsi sebagai resapan air hujan,” pungkasnya. (kpg/hun/beb/dra/k8)