Proyek normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR dan Pera) Kaltim yang bersumber dari ABPD Kaltim 2021 telah mencapai 100 persen.

 

SAMARINDA–Kegiatan yang menghabiskan anggaran Rp 10 miliar dari APBD murni itu sisa merapikan tanggul pasca-banjir di pertengahan September lalu. Sedangkan lanjutan pekerjaan, OPD tersebut tengah mengusulkan ke tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) di APBD perubahan.

Kegiatan itu pelaksana dikomandoi bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR dan Pera Kaltim, mengerjakan tiga segmen. Segmen Jembatan Perniagaan sisi Kelurahan Bandara sepanjang 217 meter, segmen Jembatan Gelatik-Jembatan PM Noor sepanjang 2.323,1 meter, dan segmen Jembatan PM Noor-Jembatan Griya Mukti sepanjang 1.206,8 meter. Sehingga total penanganan mencapai 3.746,9 meter.

PPK Normalisasi SKM Fadly Kasim menjelaskan, saat ini pihak pelaksana tengah merapikan tanggul tepi sungai hasil pengerukan. Akibat banjir beberapa waktu lalu, sedimentasi yang dikeruk di beberapa titik mengalami penurunan. “Kami kembalikan seperti rencana penanganan,” ucapnya ditemui di lokasi proyek, Selasa (28/9).

Sedangkan untuk kondisi lebar sungai, dia menjelaskan sesuai perencanaan, ideal SKM sekitar 40 meter, namun masih terdapat beberapa titik yang belum sesuai. Hal itu akibat bangunan rumah warga yang menjorok ke badan sungai. “Salah satunya di segmen jembatan Pemuda 3 ke arah jembatan eks Jalan Kesehatan Dalam, lebar sungai yang sebelumnya 10 meter menjadi 15–20 meter, padahal lebar rencana 40 meter,” ucapnya.

Dia menambahkan, secara keseluruhan normalisasi SKM yang dimulai sejak 2019 cukup berpengaruh terhadap pengendalian banjir di Kota Tepian. Luasan banjir dengan perbandingan debit banjir yang sama dari tahun sebelumnya, secara umum khusus DAS SKM telah mengalami perubahan luasan genangan banjir. “Salah satunya Perum Griya Mukti dan Perumahan Bumi Sempaja, yang hasil pantauan di lapangan sudah mengalami penurunan tinggi genangan banjir. Dan beberapa ruas jalan kota Samarinda yang sebelumnya tidak dapat dilalui tetap normal. Meski masih ada beberapa titik genangan ditemui,” ucapnya.

Terkait dengan rencana lanjutan, saat ini pihaknya tengah mengusulkan anggaran ke tim TAPD Kaltim, baik untuk APBD Perubahan 2021 maupun APBD Murni 2022. Jika disetujui, target prioritas yakni segmen Jembatan Gang Nibung-Jembatan Ruhui Rahayu dan Sungai Mati, Kelurahan Temindung Permai.

“Harapannya segmen tersebut juga dapat diselesaikan penanganan dampak sosialnya oleh Pemkot Samarinda,” kuncinya. (dns/dra/k8)