SENDAWAR–Dua warga Kecamatan Long Pahangai, Mahakam Ulu (Mahulu), ditemukan tewas setelah dikabarkan hilang usai memancing di Sungai Blu’u, Kampung Long Paka, Kecamatan Long Pahangai, Minggu (26/9).

Pertama ditemukan jenazah Thomas Adi Setiawan (25), warga Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai, Senin (27/9). Sehari kemudian atau Selasa (28/9) sekitar pukul 11.45 Wita ditemukan jenazah Nikolaus Edi, warga Kecamatan Long Pahangai.

Korban Nikolaus Edi adalah pegawai Rumah Sakit Nawacita Datah Dave (NDD) Kampung Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai. Keduanya ditemukan tak jauh dari Sungai Blu'u Kampung Pakaq, Kecamatan Long Pahangai.

Dalam pencarian korban, tim dari pegawai RS NDD Long Lunuk, TNI, Polri, dan warga Kampung Long Lunuk, Long Pakaq Baru, Long Pakaq Lama, dan Kampung Delang Krohong, menyisir Sungai Blu’u.

Kapolres Kutai Barat (Kubar) AKBP Irwan Yuli Prasetyo melalui Kapolsek Long Pahangai Iptu L Palengo mengatakan, kedua korban bersama seorang rekannya bernama M Rimas Munandar berangkat mancing di Sungai Blu'u, Minggu (26/9) pukul 08.00 Wita.

Ketiganya berangkat menggunakan dua sepeda motor. Seusai memancing sekitar pukul 17.00 Wita, ketiganya hendak pulang. Namun dalam perjalanan ke Rumah Sakit NDD di Long Lunuk diadang air pasang di kawasan dekat Sungai Blu'u.

Ketiganya berusaha menyeberangi sungai itu dengan cara berenang. Namun nahas, ketika menyeberangi Sungai Blu’u, Tomas Adi Setiawan dan Nikolaus Edi terseret arus.

“Hanya M Rimas Munandar yang sudah berhasil menyeberang. Rimas awalnya berusaha menolong. Tetapi terhalang arus deras,” kata Palengo. (rud/kri/k8)