BALIKPAPAN - Sekalipun pandemi belum usai, usaha kuliner masih menjanjikan. Bahkan bertahan dibandingkan beberapa jenis usaha lainnya. Begitupun dengan Decafe yang merupakan anak usaha dari Blue Sky Group yang hingga sekarang masih menjadi andalan bagi pencinta pastry dan bakery.

Saat ini, Decafe telah memiliki tiga outlet. Berada di area Klandasan, Siloam Hospitals dan di depan Blue Sky Hotel. Outlet terbaru mereka Decafe Express yang berada di depan Blue Sky Hotel telah beroperasi sejak pertengahan tahun, tepatnya sejak 18 Juni 2021 lalu. Khusus melayani permintaan take away.

Sebelumnya, outlet ini digunakan oleh Blue Sky Hotel untuk menjajakan berbagai hidangan khas hotel. Terutama mantau. Hanya saja sempat vakum. Kemudian, setelah adanya perombakan akhirnya difungsikan sebagai outlet Decafe. Sedari dibuka sampai sekarang penjualan berbagai kudapan dan minuman menunjukkan hasil positif.

“Target awal kami ialah Rp 3 juta per hari, ternyata melebihi ekspektasi. Penjualan rata-rata di atas Rp 4 juta hingga Rp 5 juta,” ungkap Sales dan Marketing Restoran Cabang Blue Sky Group Decafe Resto, Pastry & Bakery Balikpapan Pipit Arfidiyani Nur.

Setiap outlet memiliki ciri khas berbeda-beda. Tidak bisa ditemukan di outlet lain. Cukup dengan membayar Rp 8 ribu, pembeli bisa mendapatkan nasi unyil. Porsinya seperti nasi kucing namun cukup mengenyangkan. Soal rasa pun jangan ditanya.

Selain nasi unyil, pengunjung bisa membeli berbagai makanan ringan maupun minuman, seperti mantau kukus, risol, banana crispy, egg tart, kue tart, pastel, yang cocok dengan rasa segar dari lala latte, thai tea maupun winter melon tea. “Pembeli bisa memesan dan take away. Harga mulai Rp 8 ribu sampai Rp 25 ribu,” sebutnya. Decafe Express beroperasi mulai pukul 07.00-20.00 Wita.

Semenjak dibuka, pasar begitu menerima. Bisnis kuliner lagi bagus. Pengunjung atau pembeli pun tidak hanya di kawasan Balikpapan Barat, tapi juga akses dari Balikpapan Utara jauh lebih dekat. Outlet ini juga diuntungkan karena dekat hotel, apartemen dan dekat proyek RDMP. Ia menambahkan, sementara ini manajemen belum merencanakan untuk menambah outlet lagi di Balikpapan.

“Wacana ekspansi malah ke Samarinda. Seharusnya dari tahun lalu, tapi karena situasi pandemi dan lokasi pun masih belum ditentukan. Semoga awal tahun depan sudah bisa beroperasional,” tutupnya. (lil/ndu/k15)