PARIS – Genap 50 hari bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG), Lionel Messi akhirnya mencetak gol debut (29/9). Gol yang istimewa karena tercipta di depan Pep Guardiola, pelatih yang membuat Messi bisa mencetak gol tertinggi semusim dalam karirnya (73 gol pada musim 2011—2012).

Gol Messi membantu PSG mengalahkan tim asuhan Pep, Manchester City, 2-0 dalam matchday kedua grup A Liga Champions di Parc des Princes. Statistik mencatat, City adalah tim yang telah dibobol tujuh kali oleh La Pulga atau Si Kutu –julukan Messi – dalam tujuh pertemuan. ”Aku nyaris putus asa (mencetak gol pertama bagi PSG, Red). Kini, aku mulai beradaptasi dengan permainan dan rekan setim,” ujar Messi kepada L'Equipe.

Selain pecah telur, performa Messi lawan City juga menuai pujian karena pemain terbaik dunia enam kali itu mau melakukan ”pekerjaan kotor” di menit-menit akhir laga.

Ketika City mendapatkan tendangan bebas tidak jauh dari kotak 16 PSG, Messi rela merebahkan diri di belakang pagar betis rekan setimnya. Taktik yang dipakai untuk mengantisipasi ketika eksekutor lawan lebih memilih melakukan tendangan mendatar ketimbang melambungkan bola di atas pagar betis.

Postur tubuh Messi yang hanya 169 sentimeter memang lebih berguna untuk menjalankan peran tersebut ketimbang menjadi pagar betis. ”Kalau itu perintah (Mauricio) Pochettino (pelatih PSG, Red), maka dia sangat tidak sopan (kepada Messi, Red). Jika aku bermain di PSG saat ini, maka aku yang akan melakukan itu daripada membuat jersey Messi kotor,” papar pandit BT Sport Rio Ferdinand.

Ada alasan lain yang diklaim mendasari Messi melakukan peran rebahan tersebut. Yaitu menujukkan bahwa La Pulga adalah pemain yang mau melakukan segala hal untuk tim. Sebab, dalam laga terakhir atau ketika ditarik keluar pada menit ke-76 lawan Olympique Lyon (20/9), Messi menampakkan gestur kecewa kepada Pochettino.

Alhasil, beredar kabar ada intrik antara Messi dan Pochettino. ”Leo (Messi) sedang berusaha meredam intrik dengan aksi rebahannya itu,” tulis RMC Sport. (io/dns)