SAMARINDA - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kaltim M Yadi Robyan Noor mengatakan menurunnya jumlah kasus positif di Kaltim menjadi kabar bahagia bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)

Kabar bahagia pertama adalah menurunnya jumlah kasus positif di Kaltim yang kini hanya tinggal seribuan pasien dirawat dengan tingkat kesembuhan mencapai lebih 90 persen. Padahal saat puncak Juli lalu, pasien dirawat tembus hingga 24 ribu orang.

"Bahagia pertama karena Covid-19 terus melandai. Level PPKM terus menurun sehingga aktivitas masyarakat bisa lebih terbuka. Akses transportasi juga lebih mudah," kata Roby, sapaan akrabnya.

Ini menjadi kabar gembira, karena saat pandemi lanjut Roby, sekitar 60 persen UMKM terdampak. Jumlah terdampak sekitar 240.000 dari total 307.343 UMKM di Kaltim.

Kabar bahagia yang kedua kata Roby, karena upaya pemerintah melakukan diskresi keuangan negara untuk menanggulangi paparan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional berhasil dengan baik. 

"Sejak pandemi, ekonomi Kaltim turun bahkan hingga minus 5 persen. Kabar gembiranya, setelah lebih leluasa bergerak, pertumbuhan ekonomi kwartal II tahun ini sudah positif 5,76 persen," sebut dia.

Pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak positif ini tentu akan menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM. 

Selain itu, untuk membantu menguatkan ekonomi rumah tangga di Kaltim, pihaknya juga melakukan pelatihan membuat aneka produk boga dari instruktur yang kompeten.  Dengan begitu, mereka bisa menghasilkan produk kuliner yang bisa dipasarkan dengan rasa yang tak kalah bersaing aneka kuliner di pusat perbelanjaan. (nyc)