SAMARINDA - Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu yang ikut terdampak pandemi Covid-19. Sedangkan, pandemi juga belum tuntas pergi dari tanah air. Namun, hal ini bukan alasan untuk patah arang. Ragam stimulus dan inovasi harus terus dikembangkan. Sembari terus menjaga protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan.

Nah, di sisi pemerintah, termasuk Pemprov Kaltim terus berupaya untuk memulihkan perekonomian termasuk bagaimana meningkatkan pertumbuhan, peluang usaha dan daya saing bisnis dari UMKM.

“Ini merupakan wujud kepedulian kita bersama dalam memajukan dan menumbuhkembangkan UMKM yang maju dan adaptif dengan kebutuhan global. Saya yakin kegiatan seperti ini akan sangat bermanfaat dalam upaya memberikan ruang kreatif, edukatif serta strategis di sektor UMKM untuk semakin berkembang. Menjadikan Kaltim sebagai pusat usaha masyarakat,” kata Hadi.

Mantan legislator Senayan dan Karang Paci ini mengapresiasi Perwakilan Bank Indonesia Kaltim sebagai inisiator kegiatan pelatihan pelaku UMKM Go Digital ini.

UMKM di Kaltim, lanjut dia, sangat diharapkan bisa tumbuh berkembang didukung dengan pelatihan-pelatihan. 

“Ini perhatian yang luar biasa. Mudah-mudahan ini tidak hanya sampai disini, tetapi bisa membangun jaringan UMKM, bisa naik kelas, go digital, go internasional dan go ekspor. Karena selama ini bisa jadi mereka kurang dana, kurang skill, kurang informasi bagaimana memasarkan produknya. Nah pelatihan ini menghubungkan itu semua dari hulu ke hilir, sehingga mereka terbuka pikirannya, terbuka wawasannya dan terbuka kesempatannya untuk maju,” jelasnya.

Apalagi, banyak juga sektor lain yang terbuka selama pandemi ini dan bisa dimanfaatkan bagi para pelaku UMKM. Misalnya produksi masker, sarung tangan, atau menyediakan paket healthy kit. Pemasaran pun juga bisa dilakukan secara online. (nyc)