TANA PASER - Nahas dialami Marzuki (36), buruh kebun kelapa sawit di Desa Tabru, Kecamatan Batu Engau. Di hadapan sang istri Nurhayati (35), Marzuki diterkam buaya di Sungai Sangkurane.

Wilayah itu memang dikenal habitat predator yang bisa hidup di darat dan air tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (26/9) lalu.

Kapolsek Batu Engau IPTU Suradi mengatakan, peristiwa terjadi kala korban bersama istri pulang bekerja dari Divisi I PT Senabangun Aneka Pertiwi, Desa Tabru. Peristiwa terjadi saat korban hendak menjala udang di Sungai Sangkurane.

Ketika baru ingin melemparkan jalanya, tiba-tiba ada buaya menerkam korban. “Istrinya histeris dan saat ingin menolong, dilarang suaminya mendekat,” kata Suradi, Senin (27/9).

Kemudian, Nurhayati berteriak sembari mencari pertolongan. Namun tidak ada yang datang karena lokasi jauh dari permukiman. Sekitar 400 meter, sang istri bertemu rekan kerjanya, lalu kembali ke tempat kejadian perkara (TKP). Namun korban sudah tidak ada lagi, hanya tersisa topinya.

Kapolsek Suradi mengatakan, sampai kemarin, tim gabungan belum menemukan jasad korban selama menyusuri sungai. Bahkan sampai harus membawa pawang buaya, tapi pencarian belum membuahkan hasil.

“Medan pencarian cukup sulit, ditambah pasang surut kiriman air laut,” tuturnya. (jib/kri/k16)