SAMARINDA - Korban Juwanah alias Julia, wanita berparas cantik yang tewas dan dibuang jasadnya Jl Poros Samarinda Tenggarong akibat tikaman oleh rekan kerjanya Rendi, menyisakan tanda tanya. Ada beberapa kejanggalan kasus ini yang kini dalam penyidikan kepolisian. 

Dari latar belakang Rendi yang sudah bekerja lebih lama daripada korban di perusahaan investasi, tak ada yang menduga hendak merampok rekan kerjanya sendiri yaitu Julia. Apalagi, hasil rampokan berupa ponsel dan perhiasan tak langsung dinikmati pelaku. 

Kapolres Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Reskrim Kompol Andika Darma Sena didampingi Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Dovie Eudy menegaskan kasus perampokan ini dikarenakan pelaku terdesak kebutuhan ekonomi. "Karena kebutuhan ekonomi," kata Dovie. 

Adapun, ponsel korban Julia diberikan kepada ibu pelaku Rendi, polisi menilai barang tersebut hanya dititipkan. Dan tak langsung dijual, karena menunggu kondisi aman terlebih dahulu. 

Dovie mengungkapkan perhiasan korban yaitu gelang, cincin dan anting sudah sempat dijual senilai Rp 12 juta. Namun, uang ini tak dipakai pelaku dan tetap utuh. 

"Perhiasan korban dijual bukan ke toko. Tapi tawarkan ke orang-orang seperti di pinggir jalan. Jadi, tidak tahu berapa gram perhiasan yang dijual," jelasnya. 

Sementara itu, sempat beredar kabar pelaku Rendi menyerahkan diri ke polisi ketika kasus perampokan ini terkuak dengan penemuan jasad korban Julia yang sudah menjadi tengkorak. 

Namun, kabar ini dibantah oleh kepolisian dan pelaku Rendi sendiri. Polisi menjelaskan penangkapan pelaku Rendi saat bermain basket di dekat kawasan kampus Universitas Mulawarman. 

Keterangan tersebut berbeda dengan keterangan pelaku Rendi yang mengaku dijemput polisi di tempat kerjanya perusahaan investasi. 

"Ditangkap lagi main basket dekat Unmul. Tadi dia (Rendi) bilang ditangkap di tempat kerja itu salah. Dekat Unmul (tempat penangkapan pelaku)," kata Dovie.

Terpisah, pelaku Rendi membeberkan perampokan pada 6 September 2021 dilakukannya saat mengantar korban ke nasabah. Korban dijemput di rumahnya. 

Lalu, pertemuan dengan nasabah di ring road Jl Anang Hasyim Samarinda batal. Saat berdua dengan korban, pelaku melakukan aksinya. 

Wakapolres Samarinda AKBP Eko Budiarto menjelaskan korban dilukai pelaku Rendi dengan tiga tusukan dengan dua tusukan diantaranya di bagian bahu. "Ada dua tusukan di bagian bahu korban," katanya. 

Dalam keadaan sekarat, korban dibuang di jalan poros Samarinda Tenggarong. Usai itu, korban melanjutkan perjalanan ke Tenggarong dan mengisi bahan bakar mobil. Kemudian, balik ke Samarinda menyempatkan kembali melihat korban yang dibuangnya. 

Sebelumnya, pelaku pembunuhan Juwanah alias Julia, Rendi mengaku hubungannya dengan korban hanya sebatas kerja. 

Rendi lebih dulu bekerja di perusahaan investasi dibanding korban Julia. Tahun 2018, Julia baru mulai bekerja di bagian marketing. 

"Duluan saya kerja. Kalau dia tahun 2018 (mulai bekerja). Sebatas teman kerja," kata Rendi diwawancara para wartawan saat ditahan di markas Polres Samarinda Jl Slamet Riyadi, Senin (27/9/2021). 

Rendi akui saat kejadian pembunuhan, korban Julia sempat melawan. Kaca mobil tempat kerjanya dengan korban, pecah karena ditendang korban. 

Namun, kepada teman kantornya, pecahan kaca mobil itu disebutnya akibat hantaman batu yang loncat di jalan. "Kena loncatan batu," katanya. 

Pelaku Rendi membantah adanya pemerkosaan terhadap tubuh korban. Ia hanya langsung menikam korban menggunakan pisau yang dibeli di supermarket seharga Rp 18 ribu. 

Pisau tersebut dibeli dan disimpan dalam jok mobil yang tak terlihat korban. Rendi tega menghabisi nyawa korban Julia hanya untuk mengincar hartanya. "Karena kebutuhan ekonomi," katanya. (myn)