SAMARINDA - Pelaku pembunuhan Juwanah alias Julia, Rendi mengaku hubungannya dengan korban hanya sebatas kerja. 

Rendi lebih dulu bekerja di perusahaan investasi dibanding korban Julia. Tahun 2018, Julia baru mulai bekerja di bagian marketing. 

"Duluan saya kerja. Kalau dia tahun 2018 (mulai bekerja). Sebatas teman kerja," kata Rendi diwawancara para wartawan saat ditahan di markas Polres Samarinda Jl Slamet Riyadi, Senin (27/9/2021). 

Rendi akui saat kejadian pembunuhan, korban Julia sempat melawan. Kaca mobil tempat kerjanya dengan korban, pecah karena ditendang korban. 

Namun, kepada teman kantornya, pecahan kaca mobil itu disebutnya akibat hantaman batu yang loncat di jalan. "Kena loncatan batu," katanya. 

Pantauan media ini, mobil yang diamankan polisi terkait kasus ini berwarna silver dengan nomor polisi B 1265 PIP. Terdapat stiker nama salah satu perusahaan investasi di belakang mobil berkantor di ruko kompleks Mall Lembuswana. 

Pelaku Rendi membantah adanya pemerkosaan terhadap tubuh korban. Ia hanya langsung menikam korban menggunakan pisau yang dibeli di supermarket seharga Rp 18 ribu. 

Pisau tersebut dibeli dan disimpan dalam jok mobil yang tak terlihat korban. Rendi tega menghabisi nyawa korban Julia hanya untuk mengincar hartanya. "Karena kebutuhan ekonomi," katanya. 

Selain itu, pelaku Rendi tak pernah ada niat mau meminjam uang ke korban dan juga tak ada perasaan tertarik ke korban.

"Tidak pernah (pinjam uang ke korban). Tidak ada (niat pinjam). Tidak (naksir). Hanya ingin menguasai hartanya," ujarnya. 

Usai membunuh korban, Rendi bercerita sempat ada darah korban tersisa dalam mobil tempat kerjanya. Ia pun membersihkan mobil tersebut dari darah di dekat rumahnya. 

Pembunuhan Juwanah alias Julia (25) di dalam mobil pada 6 September 2021 lalu, telah direncanakan oleh pelaku berinisial RS (34). 

Sebelumnya, Julia, perempuan asal Muara Ancalong menghilang 16 hari lalu ditemukan jasadnya di kawasan Jongkang Mangkunegara Kelurahan Loa Lepu Kilometer 8 Samarinda Tenggarong. Kondisi jasad korban sudah tersisa tulang tengkorak. (myn)