TIGA periode Pekan Olahraga Nasional (PON), Kaltim selalu meraih prestasi membanggakan. Sejak PON 2008 di Kaltim hingga PON Jawa Barat 2016, Bendera Ruhui Rahayu selalu berkibar di posisi lima teratas klasemen akhir. Dengan kata lain, Kaltim selalu menyabet gelar terbaik di luar Pulau Jawa.

Prestasi itu coba dilanjutkan di PON XX/2021 Papua. Memboyong kekuatan 370 atlet dan 98 pelatih, Kaltim akan bertarung di 36 cabang olahraga (cabor). Melihat hasil di babak kualifikasi PON (Pra-PON) 2019, tekad Kaltim meraih posisi lima besar masih terbuka lebar.

Di pra-PON, Kaltim berhasil menduduki posisi empat besar. Menjadi spesial lantaran Kaltim berada satu setrip di atas Jawa Tengah yang selama ini selalu menduduki posisi empat besar.

Demi memuluskan tekad di lima besar, cabor andalan masih menjadi tumpuan utama Kaltim. Beberapa cabor andalan di antaranya gulat, layar, angkat berat, angkat besi, panjat tebing, catur, serta cabor bela diri akan menjadi lumbung medali emas untuk kontingen Kaltim.

Secara perhitungan, Kaltim masih memiliki peluang untuk finis di posisi lima besar. Dengan syarat, Kaltim bisa mempertahankan medali emas di pra-PON dan meng-upgrade medali perak maupun perunggu menjadi medali emas tambahan.

Hal itu disampaikan oleh Konsultan Teknis KONI Kaltim Dikdik Jafar Sidik kepada Kaltim Post. Sebagai konsultan berlabel nasional, Dikdik sudah memetakan kekuatan calon lawan. Di posisi empat teratas, dikatakan Dikdik, masih akan didominasi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan tuan rumah Papua.

“Papua punya target tinggi, mereka bahkan telah mendatangkan beberapa atlet label nasional untuk memperkuat Papua. Tentu saja Papua menginginkan posisi di tiga besar atau bahkan juara umum,” terang Dikdik.

Melihat peta persaingan tersebut, Kaltim dan Jawa Tengah akan saling jegal demi mengamankan posisi di lima besar. Tentu ini akan jadi persaingan yang ketat. Sebab, Jawa Tengah telah mematok target 40 medali emas dari beberapa cabor andalan mereka. Artinya, Kaltim harus bisa mengungguli target Jateng jika ingin duduk di lima besar.

Secara perhitungan pihak konsultan setelah melalui beberapa tes yang dilakukan selama masa persiapan, Dikdik mengatakan, Kaltim kini memiliki potensi meraup 30 medali emas. “Gambarannya Kaltim punya 30 potensi medali emas yang bisa diraih. Sedangkan potensi lainnya datang dari medali perak dan perunggu pra-PON yang bisa di-upgrade di PON Papua nanti,” imbuh Dikdik.

Dikdik menambahkan, perhitungan tersebut bisa saja meleset karena beberapa hal. Yang paling sering terjadi adalah faktor nonteknis. “Semua bergantung situasi. Yang jelas dari perhitungan kami, potensi Kaltim duduk di lima besar masih terbuka lebar. Harapannya atlet dalam kondisi bagus sampai hari pertandingan,” ucap dia.

Harapan finis di posisi lima besar terus digaungkan oleh Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya. Hal itu selalu dia ucapkan di setiap dia mengunjungi venue atlet yang melakukan persiapan selama puslatda. Zuhdi tak pernah berhenti memotivasi atlet yang akan berjuang di Papua.

Zuhdi mengatakan, selama ini Kaltim selalu menjadi daerah yang diperhitungkan di luar Pulau Jawa. Prestasi di tiga edisi PON terakhir jadi bukti nyata bahwa Benua Etam tak bisa dianggap sepele. “Prestasi Kaltim selama ini sudah bagus. Harapannya di Papua nanti prestasi ini bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan,” ucap dia.

Melakoni pertandingan di tengah pandemi, Zuhdi tak henti mengingatkan agar atlet bisa menjaga diri masing-masing. Terutama menjaga kesehatan diri yang jadi syarat utama bisa mengikuti pertandingan. “Kita masih dalam situasi Covid-19, harapannya atlet kita semuanya sehat. Untuk atlet harus bisa jaga kesehatan mereka agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” papar dia.

Lebih lanjut, Zuhdi meminta atlet, pelatih dan ofisial untuk bersikap baik selama berada di Papua. “Jaga nama baik Kaltim di Papua,” tegasnya.

TANDING DULU, BONUS KEMUDIAN

Acara pelepasan kontingen Kaltim sudah resmi dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (24/9). Gubernur Kaltim Isran Noor selaku ketua kontingen Kaltim secara langsung melepas ratusan atlet ke Papua.

Pada kesempatan itu, orang nomor wahid di Bumi Etam itu menuturkan, atlet Kaltim harus menunjukkan kerja keras terlebih dahulu. Soal bonus dari pemprov, Isran memastikan tidak akan menutup mata.

“Atlet sebaiknya fokus berjuang dulu, jangan berpikir bonus. Soal bonus pasti akan menyusul. Tapi tidak sekarang, tahun depan baru bisa dibahas di APBD 2022,” terang mantan Bupati Kutim itu.

Isran berharap Kaltim bisa mewujudkan target bersaing di papan atas klasemen akhir PON Papua. Bahkan Isran mengatakan, Kaltim harus bisa menduduki posisi tiga atau dua besar di PON Papua. “Kalau bisa jangan lima besar, tapi tiga atau dua besar. Ini kesempatan Kaltim karena PON diadakan di Indonesia Timur,” pungkas dia. (don/rom/k16)