Pagi itu, Selasa, 5 Januari lalu. Senyumnya semringah meski hujan turun perlahan. Henny. Mbak Henny, begitu akrab disapa para juniornya. Di persimpangan Mal Lembuswana, beliau membagikan koran. Hari itu adalah tepat harian ini genap berusia 33 tahun. Namun, Kaltim Post Group (KPG) harus kehilangan sosoknya. Kemarin (26/9), sekitar pukul 13.45 Wita, dia berpulang.

 

KABAR duka masuk di WhatsApp (WA) grup. Perempuan yang dikenal ramah dan murah senyum itu berpulang. Menghadap Sang Khalik. Henny meninggalkan banyak kenangan manis selama mengabdi di Kaltim Post Group (KPG). Selain sebagai senior manager Kaltim Post, almarhumah Henny juga direktur KPFM Samarinda, serta bendahara umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim.

Mengawali karier di dunia media cetak, Henny merupakan mantan jurnalis. Cekatannya dalam memimpin sebagai senior manajer di harian ini sudah terlihat saat dia masih jadi reporter. Penugasan yang diberikan redaktur, nyaris tak ada yang luput. Perlahan tapi pasti, kariernya terus menanjak. Henny mampu menjalin kerja sama baik di segala lini. Dari dunia pemerintahan, beberapa pejabat penting bahkan mengenal baik sosok perempuan kelahiran Samarinda, 7 Maret 1976 itu.

Di rumah duka Perumahan PWI Jalan Anang Hasyim, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, karangan bunga dari kolega hingga pemerintahan berjajar rapi. Junior hingga senior mengantarnya ke peristirahatan terakhir.

Sosok Henny juga dikenal sebagai yang selalu semangat dalam bekerja, serta jeli dan teliti. Terlihat dari keinginannya memajukan perusahaan harian pagi pertama terbesar di Kalimantan Timur ini. Beliau tidak pernah tertinggal informasi dan hal-hal update untuk bisa diangkat di media cetak maupun digital Kaltim Post.

“Segala ide yang muncul dari beliau, langsung menjadi hal yang viral. Salah satunya ketika membahas tentang selebgram TikTok Asrinda Basri. Beliau sangat mengidolakan selebgram asal Kutai Kartanegara itu. Saat itu Kaltim Post terutama Instagram dan TikTok langsung dibanjiri komentar dan like dari netizen,” ujar Arina. Henny selalu sigap dan selalu mendukung para karyawan dalam bekerja. Jika ada kendala, Henny yang paling terdepan dalam memberikan solusi.

“Bekerja bersama beliau memang harus cepat dan efektif, namun tidak ada rasa tertekan. Apalagi bila hasil memuaskan, karyawan bisa diberikan reward,” sambung Arina dengan mata berkaca-kaca mengenang Henny. “Banyak pelajaran yang bisa diambil dari beliau (Henny), kejeliannya luar biasa, bisa menangkap momen yang lagi hangat diperbincangkan di jagat maya,” sambungnya. (dra/k16)