BRIGHTON – Kekalahan Chelsea dan Manchester United serta tertahannya Liverpool FC (LFC) tidak mengubah konfigurasi empat besar klasemen sementara Premier League sampai Minggu (26/9). Bersama Manchester City, mereka masih menempati posisi di zona Liga Champions.

Tapi, konfigurasi itu bisa berantakan oleh Brighton & Hove Albion. Seandainya mampu mengalahkan tuan rumah Crystal Palace di Selhurst Park dini hari nanti (siaran langsung Mola TV pukul 02.00 WIB), The Seagulls bakal memuncaki klasemen!

Saat ini, Albion memang menempati peringkat keenam dengan 12 poin. Tambahan tiga poin akan membuat skuad besutan Graham Potter melesat ke posisi pertama dengan 15 poin. Satu poin di atas LFC serta surplus dua poin dari City, Chelsea, dan United maupun Everton di peringkat kelima.

Sepanjang 120 tahun Albion berdiri, belum pernah mereka mampu bersaing di puncak klasemen kompetisi kasta teratas di Inggris. Apakah ini kejutan? Sebagai catatan, sejak promosi ke Premier League empat musim terakhir, peringkat Albion di akhir musim selalu berkutat antara ke-15 (dua kali), ke-16, dan ke-17.

”Musim lalu kami melakukan beberapa performa yang benar-benar bagus, tetapi gagal meraih hasil sempurna. Musim ini kami melakukan hal yang sama dan kami mendapatkan sedikit keberuntungan,” tutur bek tengah sekaligus kapten Albion Lewis Dunk seperti dilansir ESPN.

”Sekarang, setiap pemain sekarang lebih konfiden, bersemangat memburu bola, dan bekerja keras satu sama lain,’’ imbuh Dunk.

Eurosport dalam analisisnya menyebut, performa mengejutkan Albion awal musim ini tak bisa lepas dari sosok Dan Ashworth. Pria yang sejak 2018–2019 dipercaya sebagai direktur teknik Albion. Sebelumnya, Ashworth adalah direktur pengembangan elite FA (PSSI-nya Inggris) yang ambil bagian dalam merumuskan permainan sepak bola ala Inggris tapi dengan sentuhan modern yang dinamai ”England DNA”. Sistem itulah yang sukses ditanamkan oleh Potter di Albion.

Tactician Palace Patrick Vieira pun kagum dengan permainan Albion musim ini. ”Filosofi klub ini sudah terstruktur di tangan Graham (Potter),” ucap Vieira. (ren/dns)