Di tengah situasi pandemi Covid-19, aktris Putri Marino tetap melakoni profesinya. Terbaru, istri Chicco Jerikho itu terlibat syuting film Losmen Bu Broto di Jogjakarta. Dalam film hasil adaptasi serial Losmen tersebut, Putri berperan sebagai Mbak Pur. Meski angka kasus di Indonesia sudah turun, dia tidak menampik masih merasa waswas terhadap virus itu. Sebab, ada si kecil Surinala, 3, yang setia menunggunya selesai syuting.

Bagaimana Putri berdiskusi dengan suami saat mau menerima tawaran syuting di tengah pandemi?

Enggak komentar banyak sih, tapi intinya Chicco sangat mendukung pilihan aku. Jadi, Losmen Bu Broto ini adalah film kedua aku yang syuting di masa pandemi. Sebenarnya sih waktu mengambil ini ada rasa kayak, ’Duh aman enggak ya di sana?’, karena memang concern aku ya mengenai prokes (protokol kesehatan, Red). Kami ngobrol banyak dengan tim juga dan ketika dijalankan proses syutingnya aman.

Apa pertimbangan Putri menerima job ini?

Pedoman aku mengambil pekerjaan film atau apa pun itu harus suka dulu sama skripnya, harus jatuh cinta dulu sama karakternya. Dan hati aku langsung kayak, ’Ok I’m in’, aku mau merasakan jadi Mbak Pur.

Film ini kan syutingnya di Jogjakarta, bagaimana dengan Suri?

Anak aku ajak syuting, tapi memang aku sengaja jaga jarak dan tidak terlalu sering berdiskusi dekat dengan anak saat proses syuting. Jadi kalau syuting selesai, aku pulang ke hotel, baru ketemu dan berani dekat-dekat anak lagi.

Apa tantangan Putri selama menjalani proses syuting?

Jalan aku untuk masuk ke project ini puji Tuhan dilancarkan dan sangat aman. Semua keluargaku sangat mendukung. Tapi, pastinya semua ada pengorbanan, kayak aku yang enggak bisa ketemu anak terus pas di lokasi syuting.

Selain harus rela berjauhan sebentar dengan Suri, apa tantangan lain ketika memerankan tokoh Mbak Pur?

Paling dialeknya ya karena aku bukan orang Jawa. Jadi, memang harus belajar berdialek yang sesuai porsinya.

Sejauh mana pendalaman karakter yang dilakukan Putri?

Aku nonton di YouTube series Losmen yang dulu untuk melihat energinya, rasanya, nyawanya, dan rohnya. Dari situ, aku bawa untuk menciptakan Pur yang baru di film ini. Timeline film ini kan ceritanya sebelum series itu.

Ada enggak sih kebiasaan Mbak Pur yang sampai terbawa ke dunia nyata?

Paling kayak hal-hal kecil aja sih. Misal lagi ditanya, jawabnya emoh (tidak mau, Red), hehehe. (jpc)