BALIKPAPAN – Proses penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) telah berjalan. Ribuan peserta memasuki tahapan seleksi kompetensi dasar (SKD). Kegiatan berbasis CAT ini berlangsung selama 18-25 September. Total terdapat 2.304 orang mengikuti seleksi CASN di lingkungan Pemkot Balikpapan.

Plt Kepala BKPSDM Balikpapan Amiruddin mengatakan, pelaksanaan SKD dibagi empat sesi dalam sehari. Setiap sesi diikuti 100 orang peserta yang terbagi dalam lima ruangan. Sehingga untuk memenuhi protokol kesehatan, satu ruangan hanya diisi oleh 20 orang.

Total peserta SKD diikuti sebanyak 400 orang per hari. Setiap sesi berakhir, petugas sudah bersiap melakukan penyemprotan agar ruangan steril. Kegiatan ini dibantu oleh petugas BPBD Balikpapan. Fasilitas untuk cuci tangan juga tersedia di berbagai sudut gedung yang berlokasi di Universitas Mulia.

Bahkan panitia juga memastikan mereka yang mengikuti ujian dalam kondisi sehat tidak terpapar Covid-19. “Peserta juga sudah membuktikan sehat dengan hasil rapid test antigen negatif,” sebutnya. Dia menambahkan, peserta sudah mengikuti rapid test antigen satu hari sebelum pelaksanaan tes.

Kemudian hasil antigen ini mereka upload dan disampaikan kepada panitia sebagai bukti. Apabila ada yang sakit saat hari pelaksanaan, maka peserta tinggal melakukan konfirmasi kepada panitia. “Kami akan ajukan surat ke regional BKN untuk persetujuan penundaan tes,” tuturnya.

Sehingga tes baru akan dilakukan menunggu peserta sehat kembali. Artinya perlu penundaan tes dan penjadwalan ulang. Selama tes berlangsung terdapat pengawasan, peserta dipantau melalui CCTV. Peserta hanya boleh membawa pensil, kartu tes, dan kartu identitas seperti KTP saat berada di dalam ruangan tes.

“Ikat pinggang, perhiasan, dompet, tas dan sebagainya semua ditaruh loker,” imbuhnya. Sementara untuk hasil SKD, setiap peserta sudah bisa melihat hasil tes secara langsung saat sesi tes berakhir. Skor keluar secara otomatis ketika peserta sudah merampungkan tes. (gel)