Percepatan vaksinasi terus dilakukan pemerintah. Termasuk dukungan dari BIN yang melaksanakan vaksinasi door to door di berbagai daerah. Tenaga kesehatan datang membawa peralatan dan vaksin ke rumah warga. Cara tepat menyentuh masyarakat umum secara langsung.

TIGA orang nakes memakai APD berwarna biru memasuki rumah-rumah di RT 08 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan. Bermodalkan kertas untuk pendataan dan box penyimpanan vaksin untuk menjaga ketahanan setiap dosis. Mereka bergerak dalam program pemberian vaksin dari rumah ke rumah.

Ini dilakukan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kaltim untuk mendukung upaya Indonesia Sehat, Indonesia Hebat. Kabag Ops BINDA Kaltim Kolonel Inf Mat Jayus turut menemani peserta vaksin door to door. Bahkan dia bersama nakes mencairkan suasana agar peserta tidak gugup.

Total ada 18 warga Graha Indah yang mendapat suntikan vaksin jenis Sinovac langsung di rumah. Sementara lainnya berkumpul di gedung serbaguna untuk mendapat vaksinasi. Meski dilakukan penyuntikkan di rumah, prosedur vaksinasi tidak berbeda seperti di fasyankes maupun sentra vaksinasi.

Peserta tetap harus melewati beberapa tahapan. Pertama mengisi formulir pendataan, skrining wawancara, tes tekanan darah, hingga akhirnya mendapat suntikan vaksin. Prosesnya pun cepat, setiap warga hanya menghabiskan waktu sekitar 5 menit.

Jayus bercerita, BINDA Kaltim menyiapkan total 5.000 dosis untuk vaksinasi di Kota Beriman. Rinciannya 2.500 dosis di Ponpes Hidayatullah. Kemudian 2.000 dosis di Dome, dan 500 dosis secara door to door di Kelurahan Graha Indah.

“Kami pilih Kelurahan Graha Indah karena selama ini sebagai zona merah. Kaltim juga episentrum penularan Covid-19,” sebutnya. Tentu butuh persiapan sebelum pelaksanaan vaksinasi door to door. Terutama koordinasi tentang kesiapan masyarakat yang menjadi sasaran.

Kemudian menyiapkan tim medis dan ketersediaan dosis vaksin. Tiga hal itu yang bisa membuat vaksinasi dari rumah ke rumah tercapai sesuai target. “Kami sudah lakukan beberapa kali vaksinasi door to door ini di Kaltim. Kalau di Balikpapan ini menjadi lokasi kedua,” ujarnya.

Kali pertama vaksinasi door to door berlangsung di Perumahan Rengganis, Kelurahan Gunung Bahagia pada Juli. Selanjutnya menyasar warga Kelurahan Sambutan di Samarinda dan Kabupaten Paser. Kemudian pelaksanaan vaksinasi door to door kembali lagi ke Balikpapan.

BINDA Kaltim berencana akan terus menggelar vaksinasi agar membantu tercapainya imunitas kelompok. Target sasaran vaksin dari BINDA Kaltim khususnya kepada pelajar dan masyarakat umum. Kategori pelajar mulai dari SMP, SMA, SMK, madrasah, hingga santri pondok pesantren.

Pihaknya turut melibatkan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Biddokkes Polda Kaltim, RS dr Hardjanto, kelurahan, serta stakeholder terkait. “Harapan kami bisa terbentuk herd immunity di masyarakat. Jadi ada kekebalan Covid di lingkungan dan bisa menangkal penularan Covid,” harapnya.

Jayus menyebutkan, target BINDA Kaltim dalam seminggu mengadakan tiga kali vaksinasi. Setiap satu hari ada 1.500 dosis bagi pelajar dan 750 dosis untuk masyarakat umum. “Ini target kami sampai Desember berjalan dari satu daerah ke daerah lain di Kaltim,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Graha Indah Satrio Taufik mengucapkan terima kasih kepada BINDA Kaltim yang membantu warga Graha Indah mendapat vaksinasi. Dia melaporkan, secara grafik kasus covid sudah mulai menurun jika dibandingkan sebulan lalu.

Apalagi PPKM mikro juga membantu memantau dan mengedukasi pelaksanaan protokol kesehatan. Saat ini terdata 57 kasus terkonfirmasi positif di Kelurahan Graha Indah. “Semoga angka positif terus menurun dengan vaksinasi. Masyarakat bisa mencapai herd immunity dan tetap menjaga protokol kesehatan,” katanya.

Salah satu peserta vaksinasi RT 08 Rizal Fahlevi sempat merasa gugup. Dia beralasan gugup karena sebelumnya tidak pernah disuntik. Rizal bersyukur ternyata vaksin aman dan berjalan lancar. “Alhamdulillah dapat suntikan langsung, terima kasih saya bisa merasa aman setelah vaksin,” tutupnya. (gel)