Taman tepian Mahakam akan mendapat sejumlah pembenahan. Yang akan dikebut dalam satu bulan.

SAMARINDAKeberadaan taman tepian Mahakam di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, terus menjadi pembahasan di tingkat pejabat teras Pemkot Samarinda. Terutama untuk pengelolaan parkir dan fasilitas yang jauh dari kata layak.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, ada beberapa evaluasi yang dibahas dalam agenda rapat pada Jumat (24/9) dari pokok permasalahan serta rencana penanganannya. Misalnya, terdapat potensi kemacetan, pungutan liar dari oknum juru parkir (jukir) liar, kekumuhan PKL, hingga minimnya penerangan pada malam hari yang bisa disalahgunakan untuk kegiatan negatif.

Besok (hari ini) kami minta beberapa OPD meninjau lokasi untuk menyimulasikan beberapa penanganan, agar ketika dibuka, pengelolaan taman jauh lebih baik dan nyaman bagi pengunjung,” ucapnya, Jumat (24/9).

Dia memerincikan bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) akan membuat analisis lalu lintas, karena jalur masuk yang tidak ideal dan menjadi pemicu kemacetan. Selain itu, Satpol PP akan membuat analisis dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk mengakomodasi kawasan PKL agar tidak kumuh.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bakal memperbaiki jalur masuk. Sebab, saat ini hanya ada satu pintu masuk-keluar. Nanti dibuatkan jalur yang terpisah, mulai dari dekat masjid Darun Nimah menuju kantong parkir, dengan pintu masuk terpisah,” ucapnya.

Khusus perparkiran, AH, sapaan akrab Andi Harun, menyebut telah menunjuk Dishub sebagai penanggung jawab. Di sana akan dipasang barrier gate dengan sistem pembayaran progresif. Sehingga retribusi yang dibayar pengunjung langsung masuk ke kas daerah. Sedangkan petugas pemungutnya akan merekrut tenaga out sourcing,” ucapnya.

Sedangkan DLH terus bekerja melengkapi kekurangan fasilitas. Misalnya pohon yang mati agar ditanam kembali, hingga penempatan titik lampu. Semua pembenahan ini harus dikejar selama satu bulan, mengingat Kota Tepian akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), November mendatang.

Nanti Dinas PUPR membenahi dari sisi konstruksi serta fasilitas seperti lampu dan lainnya,” ucap dia.

Sementara dari sisi teknis, Plt Kepala Dishub Samarinda Herwan Rifai mengatakan akan menurunkan tim area taman untuk menganalisa rekayasa lalu lintas demi meminimalisasi kemacetan. Sedangkan pada area kantong parkir akan dihitung potensi kapasitas daya tampung kendaraan, baik roda dua maupun empat. Nanti hasil pemeriksaan lapangan akan dilaporkan kembali ke pimpinan,” singkatnya. (dns/dwi/k8)