SAMARINDAWacana Wali Kota Samarinda Andi Harun memanfaatkan void eks tambang jadi reservoir menampung kelebihan air ketika hujan tiba tengah digodok. Agar terealisasi untuk mengurai banjir di Kota Tepian.

Usul itu mengemuka ketika Pilkada Serentak 2020 lalu dan menjadi tawaran pasangan Rusmadi Wongso ini untuk membantu mereduksi lama dan tinggi banjir yang rutin terjadi ketika hujan deras mengguyur ibu kota Kaltim. Studi kelayakan memanfaatkan lubang bekas tambang tengah disusun,” ucap Andi Harun, beberapa waktu lalu.

Ada dua void, kata dia, yang dipilih dan tengah disusun studi kelayakan pemanfaatannya. Di kawasan Samarinda Utara dan Sungai Kunjang. Dua void ini dipilih lantaran untuk menjadi reservoir atau kolam retensi, lubang bekas tambang itu haruslah berdekatan dengan jalur air primer di dalam kota.

Di Samarinda Utara void itu berdekatan dengan Sungai Karang Mumus. Sementara di Sungai Kunjang ada jalur primer Sungai Karang Asam. Tak bisa manfaatkan semua karena harus berdekatan dengan sungai. Sementara dua ini dulu,” sambungnya.

Nantinya, ada kanal yang bisa menyalurkan debit air di sungai alam ke void yang bakal dibangun dan menampung sementara kelebihan air yang tak mampu ditampung sungai.

Pemkot pun tengah berupaya agar tak banyak memakan biaya untuk mengolah void ini menjadi retensi menampung banjir. Pihaknya, kata AH, begitu dia disapa, bakal menggelar pertemuan dengan pengusaha pemilik konsesi dua lokasi yang bakal disasar itu untuk memanfaatkan dana jaminan reklamasi.

Nanti bakal duduk bersama pemilik IUP (izin usaha pertambangan) membahas ini. Mestinya bisa win-win solution. Menguntungkan daerah mereduksi banjir dan membantu mereka mengolah lubang bekas tambang,” tukasnya.

Selain pembahasan ini, pemkot tengah mengevaluasi lokasi untuk membangun polder di kawasan utara Samarinda untuk mengendalikan kelebihan debit air dari Waduk Benanga ketika hujan. (Penanganan) Banjir tetap jadi fokus utama dan prioritas dalam pembangunan daerah,” singkatnya. (ryu/dwi/k8)